Share on Pinterest
More share buttons
Museum Pasir Angin

Wisata Sejarah ke Museum Pasir Angin Bogor

Sebelum menjadi Museum Pasir Angin, di tempat ini dulunya adalah sebuah situs prasejarah. Di tempat tersebut ditemukan sebuah batu monolit setinggi 1,2 meter yang di beberapa sisinya berbidang datar. Monolit ini menghadap ke timur sebagaimana hasil analisis arkeolog. Museum ini bisa menjadi salah satu tujuan wisata di Bogor khususnya wisata sejarah bila Anda sedang menikmati liburan di Bogor. Apalagi bila Anda berdomisili di Jakarta, hanya butuh waktu tak lebih dari satu jam untuk sampai di Kota Bogor, ditambah sekitar 45 menit untuk sampai ke Museum Pasir Angin.

Membincang perihal nama museum ini, Pasir Angin bukan berarti tak bermakna. Bagi orang Bogor, pasir dalam bahasa Sunda memiliki arti bukit. Museum ini memang terletak di atas bukit. Arti angin sendiri tak beda dalam bahasa Indonesia. Jadi Pasir Angin bisa diartikan sebagai bukit yang berangin. Lokasi museum Pasir Angin yang berada tak jauh dari Sungai Cianten masuk wilayah Desa Cemplang, Kecamatan Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Jika kita berasal dari arah Bogor, museum ini ada di sebelah kiri sebelum jembatan Sungai Cianten, kurang lebih sekitar 200 meter dari jalan raya Bogor-Leuwiliang.

Patok-patok bekas ekskavasi tahun 1970-1975

Patok-patok bekas ekskavasi tahun 1970-1975.

Di lokasi tempat museum berada, terdapat banyak patok bekas ekskavasi atau penggalian. Penggalian dilakukan oleh tim dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional (Puslitarkenas) yang dipimpin R.P. Soejono selama enam tahun dari 1970 sampai 1975. Banyak artefak ditemukan di lokasi penggalian. Artefak-artefak ini menjadi bukti bahwa di area tersebut merupakan tempat dilakukan kegiatan ritual oleh nenek moyang kita. Artefak yang ditemukan berujud tongkat dan kapak perunggu, manik-manik yang terbuat dari batu dan kaca, gerabah, kapak besi, mata tombak, dan lain-lain. Barang-barang ini sekarang disimpan di dalam museum dan diletakkan di dalam etalase.

Museum Pasir Angin didirikan setahun setelah kegiatan penggalian berhenti, tepatnya pada 1976. Selain difungsikan sebagai tempat penyimpanan artefak yang ditemukan di lokasi penggalian, museum ini juga dipakai untuk menyimpan barang-barang bersejarah yang ditemukan di tempat lain di wilayah Bogor. Barang lain tersebut misalnya beberapa arca yang sebagian besar sudah tidak utuh lagi yang ditemukan di Gunung Cibodas Ciampea atau guci dan manik-manik yang berasal dari situs Pasir Gintung.

Khusus untuk artefak yang disimpan di museum yang berasal dari penggalian di lokasi museum, barang-barang tersebut ternyata ditemukan di sekitar batu monolit yang berada di samping kiri bangunan museum. Ini bisa diartikan ritual pemujaan nenek moyang yang dilakukan orang-orang masa itu berpusat pada batu monolit tersebut. Dari hasil analisis radio aktif atom karbon C14 pada sampel arang yang diambil di situs Pasir Angin, kegiatan ritual di tempat tersebut berlangsung pada masa logam awal yaitu sekitar tahun 600-200 sebelum masehi.

Kepala patung koleksi Museum Pasir Angin

Kepala patung koleksi Museum Pasir Angin.

Dari koleksi benda-benda purbakala yang ada di Museum Pasir Angin, kita bisa belajar bagaimana kehidupan nenek moyang kita. Masyarakat di masa megalitik melakukan pemujaan terhadap arwah para leluhur. Mereka percaya bahwa tempat-tempat tinggi semacam bukit dan gunung merupakan tempat bersemayamnya arwah-arwah yang mereka hormati. Oleh karena itu, tempat di mana Museum Pasir Angin berada banyak ditemukan barang-barang purbakala seperti punden yang menjadi tempat pemujaan para arwah leluhur.

Barang purbakala yang ada di museum memberi gambaran bahwa kehidupan masyarakat yang ada di situs Pasir Angin masa itu memiliki tradisi megalitik (mega = besar, litik/lithik = batu). Ciri-ciri tersebut bisa dilihat dari keberadaan monumen-monumen yang dibuat dari batu, baik berbentuk monolit (batu tunggal) maupun bangunan yang dibentuk dari susunan batu-batu. Batu monolit yang ditemukan berbentuk menhir, batu kursi, batu meja, batu lumpang, dan beberapa bentuk yang lain. Sedangkan bangunan yang dibuat dari batu-batuan yang disusun berujud sarkofagus, dinding batu, punden berundak, benteng (kuta), dan lain-lain.

Museum Pasir Angin

Ruang dalam Museum Pasir Angin.

Bila kita membayangkan kehidupan masa itu, masa di mana mereka menggunakan barang-barang yang sekarang masih bisa kita lihat di Museum Pasir Angin, mungkin akan muncul pertanyaan: Bagaimana kehidupan mereka saat itu, dan bagaimana karya yang mereka ciptakan sebagian di antaranya begitu indah? Cobalah datang ke Museum Pasir Angin. Bila terbersit pertanyaan tersebut di kepala Anda, saya tidak akan heran.

9895 Total Views 3 Views Today
Wisata Sejarah ke Museum Pasir Angin Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,976 times, 2 visits today)


About

independent blogger | friendship lover | truth hunter | hypocrisy hater | humble humorist


'Wisata Sejarah ke Museum Pasir Angin Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool