Share on Pinterest
More share buttons
Warung mang Idi

Warung Mang Idi

Sosok yang satu ini terkenal di kalangan pendaki gunung dan penikmat alam Taman Nasional Gunung Gede Pangrango serta Kebun Raya Cibodas. Siapa sih beliau?

Deretan warung menyambut kami pada hari sabtu, dini hari. Lampu-lampu warung masih menyala terang, beberapa orang masih berlalu-lalang. Terlihat kelompok-kelompok orang yang berkumpul di depan warung dan beberapa lainnya bercengkrama di bagian dalam warung. Spanduk besar terbaca jelas bertuliskan “Warung Mang Idi”.

Warung mang Idi

tampak depan di pagi hari

Mang Idi adalah seorang pemilik warung di tempat peristirahatan sekitar area Kebun Raya Cibodas. Satu dari sekian banyak warung yang ada di sana dan dimanfaatkan sebagai penginapan sederhana untuk sementara waktu sambil menunggu fajar menyingsing. Mang Idi, umurnya yang tak muda lagi menyambut ramah setiap pengunjung warung yang datang untuk sekedar menikmati mie rebus plus telur setengah matang, menyeruput kopi sebagai penghangat badan, bahkan memejamkan mata sejenak. Seolah telah mengenal kami lama sekali kemudian bertemu lagi, Mang Idi tak ragu mengulurkan jabat tangan dan selalu disambut baik setiap pengunjung yang bertemunya, termasuk kami.

Warung mang Idi

save the best for last

Warung Mang Idi tidak besar, tapi cukup menampung kelompok-kelompok pecinta alam yang akan menapaki Taman Nasional Gunung Gede Pangrango maupun Kebun Raya Cibodas. Warung Mang Idi menyediakan tempat istirahat dengan ruangan yang cukup luas beralaskan “karpet masjid” dan pengunjung leluasa merebahkan diri, sejenak sebelum matahari terbit. Kebersihan kamar mandi pun cukup terjaga dengan pasokan air bersih yang jernih mengalir ditampung dalam bak kecil yang terbuat dari semen.

Kami memilih warung lain, karena malam itu warung mang idi terlalu ramai dan tidak mendukung untuk istirahat. Tak jauh dari warung mang idi, kami memilih warung bu Ani yang menyediakan bantal, guling, dan selimut. Fasilitas yang lebih baik dibandingkan dengan warung mang idi, namun kami tidak bertemu dengan bu Ani dan disinilah letak perbedaannya. Tak ada senyum khas orang tua yang seolah rindu tak bertemu anaknya dalam waktu yang lama dan uluran jabat tangan yang ramah seperti sosok mang idi. Namun, sistem pembayarannya sama, cukup dengan selembar uang kertas lima ribu rupiah yang dibayarkan saat kita selesai menginap.

Warung mang Idi

sumber: http://nandang-smart.blogspot.com/

Seusai menikmati keindahan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango, jangan lupa mampir lagi ke warung mang idi. Peci hitam dan sarung yang dikenakannya menjadi ciri khas yang melengkapi keramahan sosok mang idi. Mang idi kami pamit pulang, semoga umur panjang mempertemukan kembali. Jangan ragu bermalam di warung mang idi, tempat sederhana ini menghadirkan kehangatan yang luar biasa untuk dikenang kemudian hari. Kamu juga bisa menginap di hotel saat wisata di Bogor. Banyak pilihan hotel dari yang termurah sampai termahal. Namun jangan khawatir, dengan budget terbatas liburan di Bogor masih bisa dilakukan.

7770 Total Views 7 Views Today
Warung Mang Idi
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,771 times, 1 visits today)


About

Part of Disaster Management Student at Indonesia Defense University


'Warung Mang Idi' have 6 comments

  1. 03/25/2015 @ 7:52 pm tengenesia

    recommended sekali warung mang idi untuk wisatawan berbudget minim.
    jangan lupa bawa foto atau sticker kalau berkunjung ke mang idi, disana ada semacam hall of fame khusus bagi pengunjung.

    Reply

  2. 03/26/2015 @ 7:47 am oby

    mank idi top deh ya 🙂

    Reply

  3. 03/26/2015 @ 8:52 am Kukuh Aryo

    Wah mang idi, kapan kesana (lagi)? Ati2 salaman dr mang idi haha

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool