Share on Pinterest
More share buttons
PLTA Bogor

Waduk Gunung Bubut Bogor

Masyarakat sekitar lebih mengenalnya sebagai Waduk Gunung Bubut. Disebut seperti itu karena penampungan air itu di atas bukit dan cara membuatnya dengan mengeruk (membubut) puncaknya. Waduk ini bisa menjadi alternatif tujuan wisata Anda bila sedang berlibur di Bogor.

Waduk Gunung Bubut yang berada di wilayah Karacak, tepatnya di Kampung Karacak, Desa Karacak, Kecamatan Leuwiliang, Kabupaten Bogor merupakan bangunan peninggalan Belanda. Waduk ini mulai difungsikan tahun 1926, namun pembangunannya sendiri sudah dimulai sejak 1920-an. Luas permukaan waduk 42.000 meter persegi, sedangkan dasarnya 35.000 meter persegi. Ketinggian air yang bisa ditampung waduk ini adalah delapan meter sebagaimana yang terlihat di pengukur ketinggian yang terdapat di dekat pintu air.

Waduk Gunung Bubut

Tangga menuju waduk untuk pejalan kaki.

Waduk Gunung Bubut sebenarnya sub unit PLTA Kracak yang digunakan untuk menjalankan turbin listrik untuk pasokan listrik di wilayah Jakarta dan Bogor. Air waduk berasal dari dua sungai yaitu Sungai Cianten dan Sungai Cikuluwung, yang sebelumnya ditampung dahulu di dua bendungan, baru kemudian dialirkan ke Waduk Gunung Bubut. Air yang berasal dari Sungai Cianten dialirkan ke Bendung Cianten yang berada di Desa Karyasari, sedangkan air Sungai Cikuluwung ditampung di Bendung Cikuluwung di Cibitung Kulon. Dengan pipa berdiameter dua meter, air yang dibendung tersebut kemudian dialirkan ke bawah untuk menghidupkan turbin PLTA yang dipasang di rumah pembangkit (power house).

Waduk ini menjadi tempat wisata masyarakat sekitar maupun dari tempat lain. Bagi yang senang jalan kaki, ada jalan setapak mengelilingi waduk. Kita bisa menggunakannya untuk mengelilingi waduk sebanyak yang kita mau. Jika sekadar duduk-duduk, kita bisa melakukannya sambil memandangi air yang mengalir tenang atau yang bergolak. Ada dua tempat yang airnya terus bergolak karena dorongan air dari bawah yang berasal dari dua sungai tersebut di atas. Ada jalan menanjak yang bisa dilalui motor atau sepeda untuk bisa sampai di tepi waduk. Banyak pengendara motor yang sengaja datang ke sini kemudian memarkir motornya di pinggir waduk. Selain itu, waduk ini juga sering dijadikan lintasan para penggowes.

PLTA Bogor

Bangunan peninggalan Belanda masih kokoh sampai sekarang.

Untuk bisa sampai di bibir Waduk Gunung Bubut bagi yang berjalan kaki, disediakan anak tangga yang bisa dilewati. Menurut hasil hitungan saya, ada 196 anak tangga yang lumayan membuat nafas ngos-ngosan. Namun bila sudah sampai di atas, nafas ngos-ngosan kita akan dibayar dengan pemandangan air waduk yang menyejukkan. Kita juga bisa melihat ke bawah menikmati keindahan alam saat kita berdiri di anak teratas.

Selain waduk itu sendiri, ada bangunan berdinding batu kali yang sangat kelihatan kalau bangunan tersebut peninggalan Belanda. Sayangnya kita tidak bisa masuk ke dalamnya. Barangkali perlu ijin khusus untuk bisa melihat-lihat di dalam bangunan tersebut.

10104 Total Views 18 Views Today
Waduk Gunung Bubut Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,963 times, 1 visits today)


About

independent blogger | friendship lover | truth hunter | hypocrisy hater | humble humorist


'Waduk Gunung Bubut Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool