Share on Pinterest
More share buttons
Pempek Palembang

RM Bahrein dan Pempek Jukfin Spesialis Rasa Palembang di Bogor

Makan yang pedas-pedas di tengah Liburan di Bogor yang biarpun panas tapi sering hujan memang menjadi hal yang relaxing serta menggoda di tengah guyuran hujan untuk mampir. Selain yang hangat seperti bakso, yang pedas seperti Pempek Palembang pun bisa kita coba. Dimana yang enak dan gampang dicapai?

Nah Warung Jambu merupakan perempatan yang cukup strategis. Selain dari arah Padjadjaran dan Istana, dari arah jalan Sholeh Iskandar dan Jakarta Bogor pun mentok di perempatan yang bertepatan dengan sebuah Mal bernama Mal Jambu Dua ini. Agak naik sedikit, ke arah Indraprasta dan Pandu Raya, di sebelah kiri ada warung makan yang cukup legendaris di Bogor. Tempatnya meninggi, dengan parkir di belakang Rumah Makan sehingga tak nampak banyak mobil yang parkir. Anda harus berbelok setelah sedikit naik ke-atas dari lampu merah menuju arah indraprasta/pandu raya. Sekitar 50 meter saja kok.

RM Bahrain nama-nya, masakan palembang spesialisnya dan Pempek Jukfin nama brand mpek-mpeknya. Jelas, semua nuansa palembang. Icip-icip di RM Bahrain ini, ternyata sajiannya top class dan heritage Palembang nya kena banget.

Saya, di suatu ketika hujan, langsung meneduh dan mampir di RM ini.  Dari tampilan lokasi, ketika masuk, nuansa Palembang sudah terasa. Lemari ukir berwarna emas, kipas dan juga kasir yang menjual topi khas Palembang yaitu “tanjak”. Tadinya saya pikir disewakan ternyata di jual.

Lemari khas Palembang

Lemari khas Palembang

Pernak Pernik Palembang

Kasir yang juga menjual beberapa pernik Palembang

Meja Hidangan Pempek Palembang

Suasan Tempat Makan Pempek di Bogor

Bagaimana dengan menu-nya?

Menu yang ada dipenuhi khas Palembang. Termasuk kuliner-kuliner yang bisa jadi jarang Anda dapatkan di luar Palembang. Misalnya untuk Menu Pindang, Ikan Patin dan Ikan Baung yang merupakan endemik Sungai khas di Sumsel dan juga aliran sungai di Kalimantan bisa Anda dapatkan.

Juga berbagai Sambel salah satunya “rusip” yang merupakan sambal langka. Bahkan saya sendiri yang keturunan Palembang menikmati rusip ini kurang lebih dua puluhan tahun lalu. Rusip terbuat dari fermentasi ikan. Aslinya memang dari Bangka Belitung namun suku-suku sekitar Sumsel mengolah sajian yang sama sebagai warisan kuliner ratusan tahun pula.

Sambal tempoyak yang berbahan dari fermentasi Durian juga ada. Ini salah satu sambal yang maknyuuss.  Selain sebagai Sambal, juga  biasanya, dibalurkan ke Ikan dan dibakar di dalam daun pisang. Pepes ala Palembang ini disebut “brengkes” –bukan brengsek ya hehe.

Masakan Palembang

Menu Masakan di RM Bahrain.. Lumayan Mahal namun memang sepadan

Pempek Palembang di Bogor

Menu Pempek. Lebih dikenal dengan Pempek Jukfin. Juga relatif lebih mahal ketimbang pempek lain di sekitar bodetabek tapi memang sangat enak terutama saus cuka nya yang kental, pedas dan hangat. Untuk hirup-ers, ini idaman banget.

Menu lain menyesuaikan dengan lidah lokal, misalnya Ayam Goreng namun dibuat “khas Bahrain”. Menu ini tidak saya pesan pada waktu itu, karena tujuan saya adalah : Pempek.

Pempek Jukfin, brand yang diusung sejak lama ingin sekali saya nikmati. RM Bahrain ini dikelola oleh keluarga asli Palembang, dimana dulu saya sempat menelusuri dan diberikan rekomendasi pempek dan RM ini dari beberapa penjual pempek di Palembang yang ternyata satu famili dengan pemilik RM dan Pempek ini.

Menu Pempek yang menarik perhatian adalah lengkapnya jenis pempek yang dijual. Hal ini termasuk Pempek Panggang yang khas bulet (tidak pipih kayak cireng) dan dipanggang. Sewaktu memakannya, diisi dengan ebi dan kecap manis sama cabe secukupnya. Bisa juga cocol ke Cuka. Ingin makan ini tapi waktu itu habis. Sensasi pempek panggang selain pada saat tiup-tiup membuka sedikit belahannya dan menggigitnya sampai gigi ngilu, juga jemari yang memutih dan bercak hitam dari arang dan tepung yang mengering di panggang. Wuuuiih… sensasional.

Pempek Pistel (isi pepaya muda) dan Tahu (separuh pempek, separuh tahu, seperti batagor) juga jarang karena bahannya yang tak tahan lama jika dikirim dari Palembang. Ini membuktikan Pempek Jukfin fresh, membuat pempeknya di Bogor dan juga menjaga peredarannya untuk selalu pas stok dan habisnya, sehingga tidak basi.

Nah, saya pesan si Lenggang Panggang yang sangat jarang. Biasanya, Warung pempek paling-paling berani membuat Lenggang goreng. Lenggang sendiri adalah pempek lenjer yang dipotong-potong dan diaduk bersama dengan telur kemudian dipanggang di dalam daun dengan dibentuk persegi. Variasi digoreng sehingga seperti telur omelet pempek dan disajikan dengan cuka (cuko) merupakan sesuatu yang baru. Dan tidak populer di Palembang sendiri.

Jukfin sendiri, menyajikan Lenggang Panggang tak terlalu sempurna. Dengan bentuk yang tidak square, tapi bulat, tetap dipanggang di atas arang.  Ini aslinya selain membutuhkan waktu lama, juga ketelatenan karena salah sedikit, adonan pempek lenggang bisa gosong di bawah namun isinya belum matang.

Lenggang yang saya dapatkan juga begitu, ada beberapa bagian di dalam yang tak terlalu matang. Masih pecah tekstrunya. Namun bagi saya, ini justru juga nikmat. Kematangan telornya juga 90% kok, bukan telor setengah matang. Sensasi asap pada tiap potongan sangat menambah kenikmatan. Tapi ya itu tadi, dengan kondisi yang ngga Full 100% maka potongan-potongan ini masih “pecah-buyar” walau dari sisi rasa, dan dibantu dengan dicocol ke Cuka yang suangat lezat itu, maka kekurangan “minor” ini terobati. Toh, memang Lenggang panggang sulit untuk dibuat.

Lenggang Panggang Palembang

Lenggang Panggang ala Bahrain. Bentuknya masih berantakan tdk firm dan square serta tak 100% matang/fim namun tetap enak.

Lenggang Panggang Palembang

Lenggang dibelah, sensasi asap hangat keluar. Walau beberapa bagian tak matang banget tapi tingkat kematangannya cukup lah, walau seharusnya butuh 5 menit lagi untuk menyempurnakannya.

Saus Cuka Palembang

Langsung cocol dengan saus cuka yang kental, wah, paduan telor, wangi daun dan rasa pempek ikan berbaur dan melting dimulut! yummy!

Hal lain yang tidak populer adalah memasukkan Mie kuning ke dalam porsi pempek. Sayang, paket pempek yang ditawarkan RM Bahrain yang hendak saya pesan yaitu “Pempek Jukfin Komplit” ternyata menambahkan Mie ke dalam Pempek Kapal Selam. Padahal tidak begitu “berguna” penambahan mie kuning ke Pempek. Lagipula, menu “Rujak Mie” sebenarnya sudah cukup. Rujak Mie memang sejatinya hidangan irisan pempek, irisan tahu dan mie kuning dicampur kuah cuka.

Padahal, kalau ingin mengusung orisinalitas Palembang, maka “kultur pempek” ala Palembang harus di perhatikan. Misal, “Pempek Jukfin Komplit” tersebut memuat paket ke dalam satu piring dengan macem-macem Pempek kecil. Lalu diberikan mangkok kecil untuk mencocok dan “menghirup” cuka. Ini tradisi-ritual yang sangat Palembang. Terkecuali Pempek Kapal Selam, rata-rata pempek kecil memakai mangkok kecil pula. Cuka dihirup/diminumu setelah dicocol. PPC. Para Penghirup Cuko. 🙂

Jadi, Menurut saya, per-paket-an pempek akan lebih menjadi daya tarik apabila “bundling” nya dengan beberapa pempek kecil sehingga lebih hemat dan menonjolkan khas Palembangnya.

Pempek Kapal Selam

Pempek Kapal Selam dan Pempek Lenjer. Cukanya kental, pedas, manis dan hangat. Pas dan cocok untuk PPC. Para penghirup cuka 🙂

Overall, ada juga beberapa kekurangan, misalnya menu yang ada memang lebih mahal dari biasanya. Mungkin karena nuansa dan rasa orisinalitas dan pengadaan bahan yang tak mudah. Selain itu, memang kalau berbicara pempek, mungkin banyak yang bisa membuat, namun keterampilan membuat saus cuka sangat sulit.

Dengan beberapa menu khas dan terbilang “jarang”, menu pepes “brengkes” tidak terlihat, padahal tempoyak sebagai bahan bakunya ada di menu. Kurang lengkap ah. Padahal, di Bogor yang Sunda, pepes-pepesan merupakan salah satu kuliner rumahan yang istimewa. Bahkan tahu bisa enak dikasih petai dan di pepes pun saya taunya di Bogor hihi.

Dan untuk RM Bahrain dengan Pempek Jukfinnya,  Bravo, benar-benar rasa Palembang asli, dan sangat lengkap, serta cita-rasa cuko Pempek yang menurut saya sangat mendekati dengan kalau makan di Palembang. Dahsyat! Sluuurp pengen dihirup hehe.

13534 Total Views 24 Views Today
RM Bahrein dan Pempek Jukfin Spesialis Rasa Palembang di Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 4,314 times, 1 visits today)


About

managing editor-at-large ----- travel, tech, edu, lifestyle blogger at unggulcenter.org


'RM Bahrein dan Pempek Jukfin Spesialis Rasa Palembang di Bogor' have 4 comments

  1. 03/06/2015 @ 9:47 am Gioveny

    aku pengen ah cobain sambel tempoyaaak

    Reply

    • 12/12/2015 @ 4:52 pm Ana

      Kecewa nih beli pempek jukfin 6 box. Ga ada cuko nya…

      Reply

    • 12/12/2015 @ 4:52 pm Ana

      Kecewa nih beli pempek jukfin 6 box. Ga ada cuko nya…

      Reply

  2. 03/06/2015 @ 1:14 pm Melly Feyadin

    Aiih lemaknyoo
    waktu itu pengen mampir tp pas tutup.
    Pengen ngerasain tekwannya dsini, duh..ngiler2 deh.

    Venny, sini main kerumahku klo mau sambel campur tempoyak..hehe

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool