Share on Pinterest
More share buttons
ojek stasiun bogor

Ojeg Berseragam di Stasiun Bogor

Penataan lingkungan Stasiun Bogor tentu menambah pesona wisata Bogor. Awalnya revitalisasi lahan Kereta Api Bogor memang terlihat seperti penggusuran kaum lemah. Banyak pedagang kecil yang harus menyingkir dari sekitar Stasiun. Bahkan aku kehilangan jejak tukang Mie Ayam favoritku tersebab penggusuran itu. Tetapi jika kita kembali kepada persoalan hukum, tanah tersebut memang milik PT. KAI. Pembongkaran dan pembangunan kembali Stasiun Bogor pun berjalan dengan baik, seiring dengan penataan sistem transportasi kereta. Kini hasilnya bisa dilihat sendiri. Lingkungan Stasiun Bogor menjadi lebih luas, bersih, dan teratur. Anda yang mau wisata ke Bogor, selamat menikmati kenyamanan Bogor mulai dari menjejakkan kaki di jalur peron.

Stasiun Bogor

Stasiun Bogor adalah bagian dari sejarah perkereta-apian di negeri ini. Stasiun ini mulai dibangun pada 1881. Pembangunan stasiun yang dulu bernama Stasiun Buitenzorg ini dimulai oleh Staatsspoorwegen, sebuah perusahaan kereta api milik pemerintah Hindia Belanda. Perusahaan yang didirikan pada 1875 ini merupakan cikal bakal Djawatan Kereta Api yang kini menjadi PT. Kereta Api Indonesia. Jalur Bogor – Jakarta Kota (BEOS) Adalah jalur favorit Gubernur Jenderal VOC, Baron Van Imhoff, yang lebih suka nginep di Bogor ketimbang di Jakarta. Ia lebih suka berangkat kerja naik kereta dari Bogor menuju Balai Kota Batavia (Kini Museum Fatahillah di Kota Tua).

Stasiun Bogor

Bagaimana dengan angkot di sekitar Stasiun Bogor? Menurutku jauh lebih teratur. Kini kita harus jalan ke luar area stasiun. Ada pintu keluar melalui Jembatan Penyebrangan Paledang, lalu lanjut naik angkot di sana. Bisa juga keluar dari pintu utama di arah jalan Ardio. Silakan naik angkot dari sekitar situ.

Kalau tak mau repot jalan jauh ke pintu keluar, naik ojeg saja. Di dalam stasiu , selepas Anda meninggalkan area pembelian tiket, akan muncul beberapa orang berseragam ojeg. Ojeg resmi atau liar?

Stasiun Bogor

Tak ada ojeg resmi yang dikelola oleh PT. KAI ataupun pengelola Stasiun Bogor. Ojeg tersebut tetaplah ojeg sebagaimana biasanya. Bedanya, mereka mengorganisir diri dan bekerja sama dengan pihak pengelola stasiun. Mereka modal sendiri untuk membeli seragam ojeg. Untuk urusan keamanan dan parkir, mereka membayar sekaligus setiap bulan kepada pengelola parkiran. Rp.150.000 per bulan. Lumayan, dengan begitu mereka tak perlu berulang-ulang beli karcis parkir setiap masuk-keluar lingkungan stasiun.

“Koq mau bermodal, pak?” tanyaku kepada ojeg berseragam yang mengantarku ke Studio RRI Bogor.

“Menurut saya modal segitu (Rp.150.000) dan iuran beli seragam pantes koq. Dengan modal segitu kita bisa lebih enak cari penumpang dan mereka kayaknya lebih yakin dengan keamanan karena kami gampang diidentifikasi kalo bermasalah.” tutur pak Hasan pengemudi Ojek yang mengantarku.

“Jadi memang ada pengaruhnya ya pak, sebelum dan setelah terorganisir?”

“Iya, dengan begini kita jadi lebih terjamin juga penghasilannya karena kita terdaftar resmi buat keluar-masuk stasiun. Lha kalo nggak mau bermodal kayak gini, kita cuma bisa mangkal di depan sana. Saingan sama Angkot, juga sama ojek lainnya.”

Itulah salah satu yang baru di sekitar stasiun Bogor. Anda yang lebih suka ngojek tentunya bisa mendaparkan pengemudi yang tak akan sembarangan bersikap. Rupanya seragam berpengaruh juga terhadap atitude atau sikap seseorang.

“Selama pakai seragam kayak gini, kita jadi ingat untuk bersikap sopan, karena kalau masih bersikap semaunya, bisa merugikan kita sendiri dan kelompok. Misalnya kalo saya nggak sopan ke pengumpang, besok-besok penumpang itu akan berkoar-koar di facebook/twitter. kalo mereka kayak gitu, kita pasti sulit cari uang.” begitu kata pak Hasan.

“Sekalian saja, Pak jadi pemandu wisata orang-orang yang ke Bogor naik kereta. Siapa tahu ia mau ke tempat wisata. Tentukan tarifnya yang pas, gak mahal gak kemurahan. Yangn penting bapak kuasai tuh knowledge information tentang Bogor.” saranku

“Wah, ide bagus, dik!” jawabnya bersemangat. Jawaban yang bagus juga karena aku dipanggil Adik, masih dianggap muda 🙂

Nah, kamu yang mau keliling di Bogor, boleh coba ojek Stasiun Bogor. Cara baru menikmati Bogor.

3564 Total Views 9 Views Today
Ojeg Berseragam di Stasiun Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 925 times, 1 visits today)

Tagged: ,


About

tinggal di Bogor, suka kelayapan mengamati geliat masyarakat


'Ojeg Berseragam di Stasiun Bogor' have 1 comment

  1. 07/10/2015 @ 10:22 am Dimas Putra

    Ojeg berseragamnya sampe jam berapa ada di stasiun?

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool