Share on Pinterest
More share buttons

Nyabu (Nyarap Bubur) Ayam Tasik di BNR Bogor

Entah darimana mulainya tetapi begitulah nyatanya. Faktanya banyak perumahan-perumahan besar yang saban weekend (entah siapa yang memulai), menjadi tujuan orang-orang untuk menghabiskan pagi di akhir pekan. Aktifitasnya macam-macam, pada awalnya sih menjadi tempat berolahraga. Tapi layaknya prinsip ekonomi, dimana ada keramaian, munculah pasar. Begitu banyak orang berkumpul, mulai lah pedagang-pedang bermunculan. Tak terkecuali usaha kuliner. Bermodal dari mulut ke mulut, lama-lama usaha kulinernya itu sendiri menjadi magnet orang-orang untuk berkunjung. Nah kali ini ada satu tempat jika sedang berkunjung ke Bogor dan kebetulan menginap di Hotel Aston dan Hotel Padjajaran Suite dan bosan dengan sarapan hotel ataupun kalian yang memang mencari sarapan, bisa melipir kemari.

Sederharana sih, tapi ruaame

Sederharana sih, tapi ruaame

Perumahan Bogor Nirwana Residence yang terletak di selatan Kota Bogor selain perumahannya yang terkenal elit juga punya tempat wisata yang tidak pernah sepi yaitu The Jungle dan The Jungle Fest. Seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, BNR adalah satu dari beberapa perumahan besar yang setiap weekend menjadi tujuan orang-orang sekitar situ maupun yang jauh untuk datang. Kebanyakan datang dengan niat berolahraga. Ya olahraga sekaligus wisata, karena pertanyaan berikutnya adalah “Mau sarapan dimana?”. Ya kan ya kan. Pasti deh. :p

Tidak ada plang, tidak ada brand. Gerobak bubur yang ada di pojokan jalan persis setelah Rumah Air selalu saja penuh dengan pembeli. Bahkan jikalau weekend, siap-siap saja mengantri. Semua orang mengenalnya dengan sebutan “Bubur Tasik BNR“. Ya memang karena bubur ini digawangi oleh dua orang yang berasal dari Tasik. Sapa saja dengan sebutan Mamang (*Paman dalam bahasa Sunda), dan pasti dilayani dengan ramah.

Bubur Tasik Asik

Bubur Tasik Asik

Awas kolesterol :p

Awas kolesterol :p

Sehabis lari pagi disekitar BNR dimulai dari The Jungle Fest sampai ke Orchard Walk kalian bisa berakhir disini. Buburnya bisa dimakan di tempat yang sudah disediakan, yaitu di gubuk-gubuk yang ada di belakang gerobak. Atau bisa dibawa pulang yang sayangnya menggunakan steroform untuk wadah membungkusnya.

Buburnya sendiri sederhana, terdiri dari bubur nasi dengan kekentalan yang pas, tidak terlalu kental dan tidak terlalu encer. Lalu ditambah suwiran cakue, seledri, merica, kecal dan bumbu kari ayam serta tentu saja suwiran ayam. Semuanya rasanya pas. Nah disini untuk kacang sudah pasti dipisah, jadi yang alergi kacang tidak perlu kuatir karena dari sananya sudah dipisah. Penggunaan kacang sesuai selera. Dengar resep yang sederhana tapi pas, bubur tasik ini banyak penggemarnya. Itu bisa dilihat dari parkiran mobil dan motor yang berjajar demi menikmati bubur tasik ini.

Selain bubur, juga disediakan sate sebagai “pendampingnya”. Dari sate ati ampela, usus sampai telur puyuh bisa dipilih untuk melengkapi nikmatnya bubur tasik ini. Pilih suka-suka, tapi jangan lupa bayarnya ga suka-suka, semua ada harganya. Hehe. Biasanya semua sate-satean ini ludes abis bahkan sebelum buburnya habis.

Untuk harga, semangkuk bubur tasik lengkap tanpa sate dihargai 10k, murah kan. Sedangkan satenya bervariasi antara 1k sampai 2k. Dan melengkapi bubur ini, untuk minumannya sayangnya hanya disedikan teh tawar panas. Jika ingin selain teh tawar harus memesan ke warung minuman di sebelahnya.

Versi take away alias bungkuus!

Versi take away alias bungkuus!

Bubur Nasi, Cakue, Seledri, Suwiran Ayam, Kecap Asin, dan Bumbu Kari Ayam

Bubur Nasi, Cakue, Seledri, Suwiran Ayam, Kecap Asin, dan Bumbu Kari Ayam

Bubur ini sudah lama hadir, lebih dari 5 tahun yang lalu dimulainya oleh duet kakak beradik dari Tasik. Awalnya semua dilakukan berdua, tapi seiring semakin ramainya pembeli, saat ini bubur Tasik ini sudah memiliki karyawan. Awal berdiri, semangkuk buburnya hanya dihargai 5 ribu rupiah saja. Jadi bisa dikatakan setiap tahun naik seribu, yang penting masih masuk kantong budget sarapan saja. Hebatnya dengan ketekunan dan mempertahan kan resep sehingga rasanya konsisten. Buahnya seperti saat ini, setiap hari khusunya akhir pekan pembelinya sangat-sangat ramai. Untungnya sudah bisa diantisipasi sehingga walaupun kesiangan olahraganya tapi tetap bisa menikmati sarapan bubur disini.

Tempat-tempat seperti ini seperti surga yang tersembunyi di Bogor. Dia selalu eksis tapi hanya diketahui dari mulut ke mulut padahal rasanya tidak kalah dengan bubur yang ada direstoran, bahkan kebanyakan malah lebih enak. Sebagai alternatif tempat sarapan, bolehlah bubur Tasik di BNR ini masuk ke daftar tempat yang patut dicoba selama berada di Bogor. Happy weekend, jangan lupa sarapan sehat!

2461 Total Views 3 Views Today
Nyabu (Nyarap Bubur) Ayam Tasik di BNR Bogor
Vote Us
(Visited 286 times, 1 visits today)


About

Aktif menulis di blog pribadi ilhabibi.com. Karyawan yang berkutat dengan system ERP di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.


'Nyabu (Nyarap Bubur) Ayam Tasik di BNR Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool