Share on Pinterest
More share buttons
Curug Katumbiri

Menyepi di Curug Katumbiri

Barangkali tak banyak orang khususnya warga Bogor yang jauh dari lokasi curug ini, lebih khusus lagi orang luar Bogor, mengenal sebuah curug bernama Katumbiri. Katumbiri merupakan bahasa Sunda yang berarti pelangi. Ada empat nama lain yang biasa disebut untuk curug ini selain Katumbiri, yaitu Kuwung-kuwung (bahasa Sunda yang artinya pelangi juga), Pelangi, Putri, dan Putri Pelangi. Dari kelima nama itu, Curug Putri Pelangilah yang terpampang di pintu masuk ke area curug. Namun demikian, umum lebih mengenalnya sebagai Curug Putri. Jika Anda naik angkot untuk ke curug, sopir angkot akan lebih paham bila Anda menyebut Curug Putri.

Curug Katumbiri

Setelah turun dari angkot, jalan kaki dimulai dari jalan di samping masjid ini.

Berwisata ke Curug Katumbiri cukuplah mudah dan tidak terlalu jauh dari Kota Bogor. Banyak kendaraan umum atau biasa disebut angkot yang bisa digunakan. Ongkosnya pun standar. Kita cukup membayar Rp 6.000 untuk sampai di pinggir jalan besar sebelum berjalan kaki menuju lokasi curug. Angkot yang dinaiki adalah yang rute Ramayana-Cihideung dari samping BTM (Bogor Trade Mall), atau jalan sedikit ke atas bila ingin mencari angkot yang masih kosong. Perjalanan menggunakan angkot ini sekitar 45 menit. Bilang saja ke sopir supaya diturunkan di depan mini market Indomaret Cihideung yang di seberangnya ada masjid. Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan jalan kaki. Dari Indomaret, kita menyeberang jalan dahulu kemudian mengikuti jalan yang ada di samping masjid untuk menuju lokasi Curug Katumbiri atau Curug Putri.

Curug Katumbiri

Sesaat setelah melewati perkampungan, kita akan berbelok ke kanan di pertigaan ini.

Menyusuri perkampungan yang berada di belakang masjid diawali dengan jalan mendaki yang lumayan bikin ngos-ngosan. Namun setelah itu mata kita akan terhibur karena kita melewati perkebunan buah naga yang terletak di sisi kanan jalan. Tidak sangat luas tetapi lumayan buat cuci mata. Apalagi kalau pas buah naganya bergelantungan siap panen. Ini hiburan mata pertama yang akan kita nikmati di sepanjang perjalanan menuju curug. Di ujung perkampungan membentang perkebunan teh yang hijaunya sungguh menyejukkan. Sayangnya perkebunan teh yang berada di kaki Gunung Salak ini tidak dikelola sebaik kebun teh di daerah Puncak. Beberapa petak malahan pohon tehnya dibongkar dan diganti dengan talas dan nanas. Meskipun demikian, pepohonan teh yang ada masih jauh lebih banyak. Dan kita melewati jalan setapak yang membelah perkebunan teh itu. Jalannya cukup bagus dan dibeton meskipun di beberapa ruasnya rusak karena jalur ini rupanya dipakai oleh truk yang mengangkut batu dan pasir yang diambil dari lereng gunung yang akan kita lewati saat menuju Curug Katumbiri.

Curug Katumbiri

Kebun teh yang dilewati jalan setapak menuju curug.

Untuk yang belum pernah ke curug ini, sebaiknya bertanya arah ke pemetik daun teh atau penduduk setempat yang ditemui di perjalanan. Tanya saja ke mana arah menuju curug. Ini perlu dilakukan karena, setahu saya saat Minggu kemarin ke sana, tidak ada tanda penunjuk arah di sepanjang jalan menuju lokasi. Bila sudah sampai lokasi, perjuangan di jalan yang lumayan menanjak di antara pohon teh untuk mencapai curug akan terbayarkan.

Curug Katumbiri

Bila sudah sampai di jembatan ini, kita sudah dekat ke area curug.

Area Curug Katumbiri sekarang sudah dikelola dengan baik. Karena pengelolaan itulah maka kita harus membayar tiket masuk sebesar Rp 10.000 untuk bisa sampai di curug dan mandi atau bermain air di kolam yang terbentuk di bawah curug. Di dekat curug juga ada warung yang menyediakan makanan dan minuman. Kalau kita tidak membawa bekal dari rumah, kita bisa membeli di warung ini. Sambil menikmati kopi, kita bisa menyepi di tempat ini karena lokasinya yang begitu tenang.

9389 Total Views 9 Views Today
Menyepi di Curug Katumbiri
5 (100%) 1 vote
(Visited 3,039 times, 3 visits today)


About

independent blogger | friendship lover | truth hunter | hypocrisy hater | humble humorist


'Menyepi di Curug Katumbiri' have 4 comments

  1. 06/10/2015 @ 5:12 pm dani

    kalo pake motor bisa masuk sampe lokasi gk bro..?

    Reply

  2. 06/11/2015 @ 10:57 am Gazza

    Ohh kata lain nya curug Putri toh..

    Reply

  3. 08/19/2015 @ 6:47 pm WewW

    Hmm, kayaknya si om via jalur lain ya naeknya? Kalo saya biasanya belok masuk ke jalan kecilnya yang ada petunjuk ‘Lembah Salak’ atau Villa Botani. Biasa pake motor juga, tapi kudu siapin pantat, karena jalanan masih berbatu ga rata pas di perkebunannya. 😀

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool