Share on Pinterest
More share buttons

Menjadi Bangsa Yang Besar Lewat Museum PETA Bogor

Presiden RI Pertama, Ir. Soekarna pernah berkata “Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati jasa pahlawannya.” (Pidato Hari Pahlawan 10 November 1961). Untuk menghormati jawa pahlawan tentu saja kita mau tidak mau harus tentang sejarah itu sendiri. Beruntungnya di Bogor ada museum yang merangkum sejarah perjuangan Indonesia perjuangan kemerdekaan di Museum PETA. Jangan kuatir jika berkunjung kesini menghabiskan waktu untuk hal lainnya, banyak akomodasi Hotel di kota Bogor yang bisa kita pesan dengan mudah yang dapat menunjukkan berbagai wisata sejarah dan budaya, sehingga wisata bogor pun bisa dinikmati dengan nyaman dan aman.

Jendral Sudirman Menyambut

Jendral Sudirman Menyambut

Nama PETA bukan berkonotasi dengan peta, tapi merupakan singkatan PEmbela Tanah Air. PETA merupakan cikal bakal Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang kita kenal sekarang. Museum PEmbela Tanah Air lokasinya sangat mudah dicari. Dari gerbang utama Istana Bogor, kita tinggal mengikuti Jl. Jendral Sudirman ke arah air mancur. Maka disebelah kiri jalan setelah kawasan Bogor Permai kita bisa menemuinya. Dan jangan kaget karena museum ini emang berlokasi dikawasan militer Pusdik Zeni Bogor.

Masuk ke museum memang sebaiknya dalam rombongan, jangan kayak saya sendirian, hehe. Karena di gerbang masuk ada tulisan syarat berkunjung minimal adalah 10 orang. Tapi tak putus asa, tanya-tanya katanya dari gerbang masuk ke dalam sampai ketemu patung Jendral Soedirman. Disana tempatnya seperti atrium dengan sekelilingnya merupakan relief-relief dari gambarang para pejuang-pejuang Indonesia. Disana juga ada pembatas rantai yang tidak boleh dilewati karena merupakan kawasan militer.

Jendral Sudirman Menyambut

Jendral Sudirman Menyambut

Relief Proklamator dan rekan-rekan dalam peristiwa Proklamasi

Relief Proklamator dan rekan-rekan dalam peristiwa Proklamasi

Jargon Tentara Peta, Tak Mengenal Sebelumnya Namun Dipertemukan di Bogor Untuk Satu Tujuan Yang Sama

Jargon Tentara Peta, Tak Mengenal Sebelumnya Namun Dipertemukan di Bogor Untuk Satu Tujuan Yang Sama

Kelar menjelajahi relief-relief yang ada di atrium tadi, saya coba masuk ke gedung yang dilewati. Ada dua sayap, kiri dan kanan. Setelah berpikir tutup, ternyata karena saking sepinya jadi seperti tutup tapi nyatanya buka. Dengan sedikit beruntung akhirnya menemukan ibu-ibu yang ternyata merupakan tour guide resmi. Menurut ibunya ada empat tour guide yang ditunjuk dan bekerja shift-shiftan.

Ibu tour guide dengan senang hati menceritakan tentang museum ini dan diorama-diorama yang ada. Dari penjelasannya jadi lebih tau tentang peristiwa sejarah yang berkaitan dengan lahir dan eksistensi PETA untuk Indonesia. Mulai dari pendirian PETA, lalu ada juga peritawa proklamasi di Jalan Pegangsaan.

Koleksi senjata yang pernah digunakan sebagai senjata standar PETA

Koleksi senjata yang pernah digunakan sebagai senjata standar PETA

Diorama peristiwa apa hayo?

Diorama peristiwa apa hayo?

Diorama para Pejuang

Diorama para Pejuang

Altileri yang sempat digunakan oleh PETA

Altileri yang sempat digunakan oleh PETA

Lorong Museum Peta, Sayap Kiri dan Sayap Kanan merupakan Gedung Museum

Lorong Museum Peta, Sayap Kiri dan Sayap Kanan merupakan Gedung Museum

Selain diorama yang merupakan gambaran tiga dimensi suatu peristiwa ada juga koleksi-koleksi senjata yang digunakan dulu oleh tentara PETA dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Tour sejarah ini ditambah penjelasan Ibu Tour Guide dijamin membangkitkan rasa nasionalisme. Terlebih mungkin jika leluhur kita langsung merupakan pejuang di zamannya. Karena menurut beliau tidak sedikit dari anak atau cucu para pejuang ini yang berkunjung ke museum untuk memperingati leluhurnya. Bahkan yang asalnya dari mancanegara seperti Belanda dan Jepang, ada yang niat untuk napak tilas melalui museum ini.

Seperti kata Bung Karno diawal tulisan, jika ingin jadi bangsa yang besar, jangan lupa untuk menghormati para pejuang melalui sejarah-sejarahnya yang pastinya wajib kita pelajari. Dan jangan kuatir, untuk ke museum ini tidak dipungut biaya sedikitpun alias gratis. Jadi ke Bogor jangan cuman wisata kuliner aja ya, harus juga berwisata sejarahnya, salah satunya ya ke museum PETA Bogor ini.

 

3897 Total Views 6 Views Today
Menjadi Bangsa Yang Besar Lewat Museum PETA Bogor
Vote Us
(Visited 570 times, 1 visits today)


About

Aktif menulis di blog pribadi ilhabibi.com. Karyawan yang berkutat dengan system ERP di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.


'Menjadi Bangsa Yang Besar Lewat Museum PETA Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool