Share on Pinterest
More share buttons
Istana Bogor

Mengunjungi Istana Bogor

Istana Bogor adalah salah satu ikon wisata yang wajib dikunjungi bila kita sedang berada di Kota Hujan ini. Bangunan yang awalnya hanya sebuah pesanggrahan bernama Villa Buitenzorg dibangun selama lima tahun (1745-1750) atas instruksi Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron Van Imhoff. Pada saat itu, Istana Bogor yang masih berupa rumah peristirahatan merupakan bangunan tiga tingkat. Yang dijadikan model adalah bangunan Blehheim Palace tempat tinggal Duke Malborough di dekat Oxford, Inggris. Karena gempa bumi akibat letusan Gunung Salak yang terjadi pada 10 Oktober 1834, pesanggrahan tersebut hancur lebur. Pada 1850 bangunan lama yang tersisa setelah gempa dibersihkan lalu dibangun kembali tetapi tidak bertingkat untuk mengantisipasi bila terjadi gempa lagi. Arsitektur yang dipakai adalah arsitek Eropa abad ke-19. Awalnya Istana Bogor hanya memiliki satu bangunan. Dalam perkembangannya, kemudian ditambah dua bangunan di sebelah kanan dan kiri bangunan utama atau biasa disebut Bangunan Sayap Kanan dan Bangunan Sayap Kiri. Saat ini Bangunan Sayap Kanan untuk menginap tamu negara setingkat presiden. Bangunan Sayap Kiri disediakan untuk tamu negara setingkat menteri. Itulah sekilas tentang Istana Bogor yang luasnya 14.892 m² dan halamannya mencapai 28,4 hektare.

Bila sedang berlibur di Bogor, Istana Bogor tentu harus menjadi objek wisata yang wajib didatangi. Sayangnya istana yang merupakan salah satu dari enam Istana Kepresidenan Indonesia ini (lima istana lainnya: Istana Negara di Jakarta, Istana Merdeka di Jakarta, Istana Cipanas di Cipanas, Istana Gedung Agung di Yogyakarat, dan Istana Tampaksiring di Bali) tidak bisa begitu saja dimasuki seperti mal atau pasar. Ada prosedur yang harus dijalani untuk mendapatkan ijin sehingga kita bisa melihat-lihat di dalamnya meskipun tidak dapat melongok ke semua ruangan yang ada. Pengurusan ijinnya tidak langsung jadi saat itu juga sehingga tidak memungkinkan bagi pelancong yang hanya berwisata ke Bogor selama satu-dua hari. Untungnya kendala ini bisa disiasati. Sekali dalam setahun, ada acara sekitar seminggu di mana kita bisa masuk Istana Bogor tanpa harus repot mengurus surat ijin. Acara itu bernama Istana Bogor Open. Untuk tahun ini, acara Istana Bogor Open 2015 dinamakan Istana untuk Rakyat.

Istana Bogor

Patung yang berada di halaman belakang bangunan utama Istana Bogor.

Istana Bogor Open merupakan acara tahunan yang merupakan salah satu dari rangkaian acara yang diadakan Pemerintah Kota Bogor untuk menyemarakkan Hari Jadi Bogor yang jatuh pada 3 Juni. Penetapan 3 Juni sebagai hari ulang tahun Bogor adalah karena pada 3 Juni 1482 Prabu Siliwangi dinobatkan sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

Tahun ini Bogor berulang tahun ke-533. Istana Bogor Open 2015 atau Istana untuk Rakyat yang memberi kesempatan kepada masyarakat untuk mengunjungi Istana Bogor diselenggarakan selama enam hari dari 25 Mei sampai 1 Juni, dari Senin sampai Senin minggu depan tetapi Jumat, Sabtu, dan Minggu libur. Panitia menyediakan pilihan waktu mulai dari pukul 08.30 WIB sampai 12.00 WIB dengan interval waktu setengah jam.

Istana Bogor Open pertama kali dilaksanakan pada tahun 2001. Sayangnya untuk tahun ini pengunjung tidak diijinkan memasuki istana karena saat ini Presiden Jokowi tinggal dan berkantor di Istana Bogor. Mereka hanya diperbolehkan melewati depan istana, mengambil foto di tangga yang biasa digunakan untuk berfoto presiden dan tamu-tamu negaranya, kemudian berjalan melingkar melewati depan, samping, dan belakang Bangunan Sayap Kanan.

Perjalanan berlanjut lewat belakang bangunan utama lalu ke Museum Kepresidenan RI atau disebut juga Balai Kirti yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden SBY dan diresmikannya pada 2014. Kunjungan ke museum itu adalah akhir kegiatan dari Istana Bogor Open 2015. Para peserta keluar dari komplek Istana Bogor Pintu III yang berada di samping gereja Zebaoth. Sedangkan pintu gerbang yang dipakai untuk memasuki area Istana Bogor di awal acara adalah Pintu II yang berada di seberang Balaikota.

Istana Bogor

Kubah Istana Bogor inilah yang dulu dijadikan titik nol kilometer. (Baca tulisan tentang Titik Nol Kilometer Bogor di blog ini.)

Istana Bogor Open adalah satu peluang yang bisa dipergunakan pelancong yang datang ke Bogor atau masyarakat Bogor sendiri untuk bisa masuk ke kompleks istana tanpa ribet mengurus perijinan terlebih dahulu. Tinggal dicatat saja kapan acara Istana Bogor Open itu berlangsung. Berdoa saja, semoga tahun depan pengunjung diperbolehkan masuk ke dalam istana. Meskipun namanya Istana Kepresidenan RI, pada hakikatnya istana itu milik rakyat, bukan milik presiden. Presiden itu dipilih oleh rakyat, digaji oleh rakyat. Jadi yang lebih berhak sudah tentu rakyat. Jika rakyat mau masuk ke istananya sendiri dan itu pun hanya setahun sekali, masak presiden tidak mau mengalah ke pihak yang menggaji dia?

4504 Total Views 9 Views Today
Mengunjungi Istana Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 708 times, 1 visits today)


About

independent blogger | friendship lover | truth hunter | hypocrisy hater | humble humorist


'Mengunjungi Istana Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool