Share on Pinterest
More share buttons

Menggigit Masa Lalu Dengan Roti Gambang Tan Ek Tjoan Bogor

Bogor merupakan salah satu kota yang usianya cukup tua, bahkan dibanding usia Jakarta saja masih lebih tua kota Bogor. Tahun 2016 ini saja Bogor merayakan hari jadi yang ke 534 sedangkan Jakarta baru merayakan hari jadinya yang ke 489. Dengan usianya yang berabad-abad, tidak heran berwisata ke Bogor tidak luput dari wisata sejarah karena banyak ornamen-ornamen masa lalu baik yang eksis sejak dulu sampai sekarang. Salah satunya adalah dunia kuliner khususnya dunia bakery alias perotian.

Di tahun 90-an ke bawah, mudah ditemui gerobak-gerobak dorong yang menjajakan roti di jalan-jalan di Kota Bogor. Gerobak yang berbentuk kotak dengan tenaga pendorong sepeda di bagian belakangnya. Semacam versi modifikasi dari becak dengan moncong yang diubah menjadi tempat berjualan. Berjualannya pun tidak pakai audio berisi rekaman yang tinggal pencet lalu bisa bernyanyi tapi masih berupa terompet yang ujungnya dari karet, jika dipencet berbunyi “tetot tetot” hehe.  Isinya gerobaknya rupa-rupa roti bermacam rasa. Saya ingat saat itu roti yang di dalam gerobak tidak dibungkus satu-satu oleh plastik. Ketika ada pembeli barulah roti tersebut dimasukan dalam kantong plastik. Roti itu bernama Tan Ek Tjoan, dan roti gambang merupakan semacam trade mark roti Tan Ek Tjoan.

Roti Gambang legendaris tan ek tjoanRoti Gambang yang legendaris, cuma Rp8000

Gerobak-gerobak dorong itu kini sudah tidak ada, sudah digantikan merek roti lain yang lebih gencar memasarkan produknya. Tapi untuk bernostalgia dengan roti Tan Ek Tjoan terutama roti gambangnya, kita bisa menemuinya di toko rotinya yang berlokasi di Jalan Siliwangi No 1, Bogor. Tempatnya persis berada di seberang Lipo Mall Bogor, di ujung jalan Siliiwangi. Jika dari arah Tajur tokonya sendiri ada di sebelah kiri persis setalah lampu merah bundaran.

Jangan berharap bertemu toko jadul karena toko Tan Ek Tjoan kini sudah dimodernkan. Masuk ke dalamnya kita akan menumukan etalase kaca masa kini tempat roti-roti Tan Ek Tjoan dipajang. Disitu kita bisa memilih rupa-rupa roti, dari roti tawar sampai roti gambang yang legendaris. Harganya bervariasi antara 7.000 sampai 15.000 rupiah tergantung jenis dan rasanya.

jenis kue lainnya dalam toko kue bogorJuga ada jajanan tradisonal berbagai daerah

Menurut penjaga gerai roti ketika saya menanyakan roti favorit apa yang biasa dibeli, dengan lugasnya ia jawab roti gambang. Roti gambang Tan Ek Tjoan memang khas, warnanya kecoklatan dengan bentuk persegi panjang. Di atas rotinya ditaburi wijen yang membuatnya semakin harum. Teksturnya keras, lebih keras dari brownies bakar. Walaupun keras tapi tetap enak digigit dan dikunyah dalam mulut. Setiap gigitannya akan membawa kita ke masa lalu di kala Tan Ek Tjoan ini berjaya dan mudah ditemui di jalan-jalan Kota Bogor.

Selain roti gambang saya coba roti dengan rasa blueberry cheese seharga 12.000. Rotinya tidak kalah enak, teksturnya berbeda dengan roti gambang yang kerasa, roti ini  sangat lembut dan kenyal. Dan isiannya berupa blueberry dengan cheese cream sungguh pas. Rasanya tidak kalah dengan roti-roti yang ada wanginya semerbak di mall itu.

Jajanan tradisional ala roti tan ek tjoanJajanan tradisional
Oleh-oleh jadulOleh-oleh jadul

Selain roti disini bisa ditemui juga es krim homemade. Satu cone es krim bisa ditebut dengan harga 18.000 saja. Untuk rasanya bisa memilih diantara rasa coklat, strawberry, vanilla dan oreo. Enaknya es krim ini bisa sebagai pendamping roti. Cocok!

Ice Cream homemade berbagai rasaberbagai rasa
Lagi ada promo, lumayan :)Lagi ada promo, lumayan 🙂

Di sejarahnya walaupun Tan Ek Tjoan ini diawali di Kota Bogor, nyatanya ekspansinya sampai ke Jakarta. Jadi untuk orang jadul Jakarta pasti punya memori pula dengan Tan Ek Tjoan karena gerai ekspansinya ada di Cikini sampai sekarang.

Dari berbagai sumber (*salah satunya www(dot)historia(dot)id ), Tan Ek Tjoan memang punya sejarah panjang. Sesuai dugaaan, asal nama Tan Ek Tjoan berasal dari nama pendirinya. Roti ini bisa berkembang pesat karena jaman dulu masih banyak ekpatriat-espatriat Belanda yang tinggal di Bogor. Orang-orang “bule” ini lebih familiar dengan roti dibanding nasi. Ini menolong Tan Ek Tjoan bisa berkembang merajai jamannya. Sangat disayangkan memang yang tersisa kini tidak sebesar masa jayanya, padahal dari segi rasa dan tekstur tidak kalah dengan roti-roti masa kini.

Tertarik? Kami menyediakan penginapan murah di Bogor yang dapat kalian booking. Cek juga pilihan paket wisata unggulan kami | by. ezytravel

Untuk yang sedang mampir ke Bogor dan ingin melakukan time traveling ke masa lalu, maka mampir ke toko roti Tan Ek Tjoan di Siliwangi ini wajib hukumnya. Dan asiknya di toko tersebut gak cuman roti karena selain roti Tan Ek Tjoan, ada pula semacam food court yang isinya makanan berat. Jadi bisa juga sekalian bernostalgia menggigit masa lalu melalui kunyahan roti dan makan siang yang penu gizi.0

 

1881 Total Views 2 Views Today
Menggigit Masa Lalu Dengan Roti Gambang Tan Ek Tjoan Bogor
Vote Us
(Visited 954 times, 1 visits today)


About

Aktif menulis di blog pribadi ilhabibi.com. Karyawan yang berkutat dengan system ERP di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.


'Menggigit Masa Lalu Dengan Roti Gambang Tan Ek Tjoan Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool