Share on Pinterest
More share buttons

Mengagumi Kemegahan Curug Seribu Bogor

Bogor dikaruniai keindahan alam yang luar biasa, menjadikan wisata ke sini seolah tiada habisnya. Satu tempat booming, muncul lagi tempat lainnya muncul ke permukaan di seantero Bogor. Wilayah Bogor memang luas membentang dari timur gugusan Gunung Gede-Pangrango, di bagian selatan ke barat dihiasi oleh Gunung Salak dan Halimun. Bahkan bagian utaranya dihiasi perbukitan dari Gunung Geulis sampai dengan kawasan perbukitan di Sukamakmur. Jika kebanyakan orang taunya hanya kawasan Puncak, sebaiknya segera berkenalan dengan kawasan Gunung Bunder Bogor. Potensi alamnya tak kalah dengan Puncak, hanya masih kurang promosi dan penataan saja.

Gunung Bunder dapat dibilang kawasan sejuta Curug (Air Terjun, bahasa sunda -red). Pastilah karena kawasan ini merupakan kaki Gunung Salak yang curugnya banyak. Salah satu air terjun yang tersohor adalah Curug Seribu. Sebagai informasi awal, Curug Seribu tidak cocok untuk membawa keluarga, apalagi dengan anak kecil karena untuk menuju curug kita harus hiking menuruni lereng gunung. Treknya menjadikan Curug Seribu cocok untuk semi-extreme traveler.

curug seribu yang megah

curug seribu yang megah

Pada suatu Sabtu yang cerah dan sudah dijanjikan saya menjemput teman di Ciseeng, Parung. Kepada dua teman saya ini saya menjanjikan untuk menemani bertualang ke Curug Seribu. Diiming-imingi curug yang tidak biasa mereka pun tertarik. Setelah bertemu kami pun menyusuri jalan alternatif yaitu melewati Putat Nutug, Ciampea sampai dengan kawasan Gunung Bunder.

Kami memasuki kawasan Gunung Bunder melalui pintu gerbang timur. Memang ada dua gerbang menuju kawasan ini yaitu dari timur dan barat. Dari arah Dramaga Bogor yang terdekat adalah melalui timur, tapi ternyata jalananya rusak parah karena tergerus air di kawasan hutan pinusnya.

Di pintu masuk kami harus membayar retrebusi masuk kawasan Gunung Bunder, per orang diwajibkan membayar Rp10.000,00. Agak mahal memang, tapi kalau banyakan bisa ditawar. Berbekal sedikit bahasa Sunda dan basa-basi, saya hanya membayar 2 tiket untuk 3 orang. Dari gerbang timur ke Curug Seribu masih lumayan jauh, kita harus melewati hutan pinus dan beberapa curug. Jika sudah melalui jalanan menurun artinya sudah dekat. Siap-siap saja untuk memperhatikan plang yang ada. Plang curug seribu cukup kecil sehinggua kami pun sempat terlewat sampai melewati Curug Cigamea setelahnya.

Masih lumayan  jauh dari jalan raya kawasan Gunung Bunder, dari plang Curug Seribu mungkin sekitar 800 meter lagi untuk ke area parkirnya. Beres menitipkan motor di area parkir yang dikelola oleh warga setempat, treking dimulai.

Sedikit bantuan untuk menurun

Trekking dimulai setelah melewati jembatan sungai kecil, lalu naik ke atas ke area perkemahaan. Selepas dari situ ada pos yang dibuat warga setempat. Lagi-lagi ada retrebusi seharga Rp5.000,- per orang. Sebelum jauh, siapkan bekal seperti minuman karena sepanjang trekking tidak ada warung.

Dari sini trek nya menurun dan menurun melewati lereng gunung. Bahkan di beberapa tempat kita harus merangkak turun karena ekstrimnya trek. Tapi semuanya terbayar lunas ketika mulai mendekati Curug Seribu. Letak Curug Seribu ini ada di sebuah lembah dengan di sekelilingnya ada curug-curug kecil yang indah sekali diliat dari jalur trekking kita. Saya taksir ketinggian tebingnya sekitar 1000 meter.

wefie untuk menghilangkan rasa lelah saat trekking

wefie untuk menghilangkan rasa lelah saat trekking

selfie di air terjun kecil di sepanjang trekking

selfie di air terjun kecil di sepanjang trekking

Setelah tiba kemegahan Curug Seribu akan terasa. Deburan air menghujam bumi menerpa tubuh kita dari jarak yang jauh. Tebakan saya sih sekitar 500 meter ke titik jatuh air. Tapi dari jarak segitu saja deburannya sangat terasa. Tak terasa wajah dan lensa kamera basah. Begitu pun baju yang kami kenakan.

Pengunjung dilarang mendekat dan bermain di bawah air terjun, karena debit airnya sangat besar, cenderung mengerikan malah. Pernah ada kasus kematian untuk pengunjung yang nekat, jadi jangan nekat! Tenang saja dari pihak pengelola sudah memberi batas aman. Jika ingin bermain air kita bisa main di aliran sungai yang berasal dari curug seribu. Airnya sangat menyegarkan dan dengan debit air yang besar. Banyak bebatuan besar yang bisa dijadikan background untuk berfoto-foto kece.

Banyak batu besar, kita bisa bermain air disini

Banyak batu besar, kita bisa bermain air disini

mandi mandi cantik

mandi mandi cantik

Kalau ke Bogor, inget Booking Hotel di Ezytravel.co.id ya! Harga Paling Murah..

Tips yang tidak kalah penting adalah jangan lupa untuk menyimpan tenaga karena untuk trek pulangnya kita harus menanjak melalui lereng gunung. Walaupun mungkin hanya 1-2 km, waktu temput trekingnya bisa sampai satu jam. Ingat, simpan tenaga setelah mengagumi kemegahan Curug Seribu ini. Selamat bertualang! 😉

 

1412 Total Views 1 Views Today
Mengagumi Kemegahan Curug Seribu Bogor
Vote Us
(Visited 538 times, 1 visits today)


About

Aktif menulis di blog pribadi ilhabibi.com. Karyawan yang berkutat dengan system ERP di sebuah perusahaan farmasi terbesar di Asia Tenggara.


'Mengagumi Kemegahan Curug Seribu Bogor' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool