Share on Pinterest
More share buttons
lawang suryakancana

Menelusur China Town Bogor via Lawang Suryakancana

Bogor memang memiliki komposisi penduduk yang beragam. Dari etnis yang menetap di Bogor, sebagian besar adalah Suku Sunda, apalagi karena Bogor merupakan tempat dimana dahulu Kerajaan Pakuan Padjadjaran bermula dan menjadi pusat pemerintahannya. Kejayaan Kerajaan Pakuan memang sudah terkenal, dan menjadi kebangaan warga Bogor hingga sekarang. Apalagi, disebutkan juga kalau nama resmi yang dikenal orang adalah Kerajaan Sunda Galuh yang berpusat di “pakuan” (bogor).

Suku Sunda merupakan suku dari penduduk Kerajaan Pakuan ini. Menurut Wikipedia, Kerajaan Pakuan Pajajaran atau Pakuan (Pakwan) atau Pajajaran adalah ibu kota (Dayeuh dalam Bahasa Sunda Kuna) Kerajaan Sunda Galuh yang pernah berdiri pada tahun 1030-1579 M di Tatar Pasundan, wilayah barat pulau Jawa. Lokasinya berada di wilayah Bogor, Jawa Barat sekarang. Pada masa lalu, di Asia Tenggara ada kebiasaan menyebut nama kerajaan dengan nama ibu kotanya sehingga Kerajaan Sunda Galuh sering disebut sebagai Kerajaan Pajajaraan. Pakuan Pajajaran hancur, rata dengan tanah, pada tahun 1579 akibat serangan pecahan kerajaan Sunda, yaitu Kesultanan Banten.

Makanya, sudah jelas ya kalau penduduknya suku Sunda. Namun demikian, karena letaknya yang dekat dengan pusat pemerintahan (Jakarta, dulu Batavia) maka Bogor pun dihuni oleh banyak suku atau etnis lainnya sebagai pendatang.

Di kabupaten Bogor, misalnya di Kecamatan Cibinong populasi orang Jawa mencapai 32% dan di Kecamatan Gunung Putri 30%. Sementara di Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari populasi orang Jawa dibawah 3%. Kota Bogor yang sepersepuluh penduduknya dibanding Kabupaten Bogor pun hampir sama.

Nah, uniknya di Bogor ada juga kelenteng terkenal yaitu Kelenteng Hok Tek Bio. Saat ini beralih nama menjadi Vihara Dhanagun. Sejarahnya, kelenteng ini dibangun oleh pengungsi Tionghoa bersuku Hokkian yang dulu ada di Batavia. Karena adanya “geger pecinan”, yang merupakan kerusuhan etnik tionghoa di Batavia, banyak pengungsi ke Buitenzorg (Bogor) untuk menenangkan diri dan berdagang lagi. Apalagi, Buitenzorg bermakna “tanpa kecemasan” kalau dari bahasa Belandanya. Dibangunlah kelenteng tersebut dan masyarakat membaur.

lawang suryakancana

Hok Tek Bio (kelenteng) didirikan pada tahun 1746 dan masyarakat tionghoa bogor menetap disekitarnya sehingga terbentuk kawasan china town (pecinan). Kawasan ini berujung pada kawasan “kampung arab” yang berdekatan sebagai sesama “pendatang” di bogor. Lawang Suryakancana adalah titik nol dari perkampungan etnis tionghoa di bogor ini.

Keberadaan tempat china town ini sekarang menjadi daya tarik wisata Bogor. Daerah Suryakencana yang sering disebut oleh orang bogor sebagai “Surken” ini memang enak juga ditelusuri dengan berjalan kaki maupun berkendaraan, melihat Bogor tempo doeloe.

Gerbang yang bertuliskan Lawang Suryakancana, Kampung Tengah – Buitenzorg, Dayeuh Bogor yang berarti pintu masuk atau gerbang Suryakencana. Daerah Suryakencana memang menjadi tempat mukim etnis tionghoa, dengan beragam akulturasinya. Disini juga banyak kuliner legendaris misalnya Soto Kuning dan Ngo Hiang.  Selain itu, ada Asinan gedung dalam, cungkring, toge goreng, bir pletok, asinan jagung bakar, combro, manisan pala, nasi goreng guan tjo, roti unyil, aneka pepes, soto bogorHellobogor pernah memuat beberapa keunikan dan kekhasan kuliner Bogor di kawasan Suryakencana ini loh.

lawang suryakancana

Gerbang Lawang Suryakancana yang sekarang direnovasi dengan warna merah, sebagaimana pada zaman dahulu gerbang ini seperti itu. Kemudian terdapat dua singa yang menurut kabar, perlambang kerajaan Siliwangi (berpusat di Bandung) sebagai simbol Jawa Barat dan budayanya. Singa pertama berwarna hitam, jantan dan singa kedua berwarna putih, betina.

Saatnya jalan-jalan hemat! Ambil promo menarik: Hotel di BogorPaket Wisata murah dan bisa bikin visa online dengan budget terjangkau. Mau?

Kelenteng atau Vihara ini persis setelah gerbang Lawang Surayakancana tersebut. Selain itu, lokasi yang persis di depan Pintu Masuk Utama Kebun Raya Bogor ini juga terdapat pasar legendaris yaitu Pasar Bogor yang sampai saat ini masih ramai dan jadi pilihan belanja keluarga di pasar tradisional, walaupun didepannya sudah ada Mal yaitu Ramayana yang sering disebut “Yogya Lama”. Hal ini karena ada “Yogya Baru” di jalan Baru (Sholeh Iskandar). Unik ya penamaanya? So, mari ke Lawan Suryakancana dan selusur Surken, foto-foto bangunan tua, kelenteng, jalanan, keramaian, dan juga, mampur untuk makan beragam kuliner khas bogor disana!

2067 Total Views 3 Views Today
Menelusur China Town Bogor via Lawang Suryakancana
Vote Us
(Visited 323 times, 1 visits today)


About

Part of Disaster Management Student at Indonesia Defense University


'Menelusur China Town Bogor via Lawang Suryakancana' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool