Share on Pinterest
More share buttons
Tutut

Kamu Harus Ke Bogor Kalau Mau Nyoba Bagaimana Rasanya Tutut

Tutut atau Keong Sawah yang tentunya banyak dijumpai di sawah-sawah ini ternyata banyak sekali lho manfaatnya. Dulu waktu jaman saya masih SMP sering sekali pergi kesawah atau ke sungai-sungai mencari Tutut, kalau di tempat saya menyebutnya siput, bentuknya kecil dengan cangkang berwarna hitam agak kehijauan karena lumut dan lumpur yang menempel. Dagingnya yang kenyal itu ternyata mengandung banyak sekali protein dan kalsium yang bagus bagi tubuh. Terus katanya, bagus juga buat hati. Mengolah Tutut itu harus benar-benar bersih, karena dibagian dalam perutnya itu banyak lendir-lendir yang menempel dan sedikit kotor karena adanya lumpur atau tanah dari sawah atau dimana dia menempel menumpang hidup. Rasanya kalau sudah diolah menggunakan bumbu rempah masakan asli Indonesia, jangan di tanya deh..nggak akan berhenti buat nyongkel-nyongkel daging yang tersembunyi dibalik cangkangnya itu.

Tutut Bumbu Kari

Nah, ada yang penasaran gimana rasa dan bentuk rupa si Tutut ini? Kalau belum, kamu harus datang dan liburan di Bogor buat nyobain Tutut yang kaya nutrisi ini. Kenapa harus ke Bogor? Karena di Bogor itu banyak sekali penjual Tutut. Jika pada musimnya penjual Tutut ini bisa kita temui di sepanjang jalan, tapi kalau lagi nggak musim, ada beberapa tempat yang bisa dijadikan tempat kuliner yang menjajakan Tutut dengan berbagai rasa kuah. Dan saya tidak ingat musim Tutut itu kapan saja, karena setahu saya Tutut ini mulai booming dijajakan dibeberapa tempat di Kota Bogor beberapa tahun lalu. Dan menurut saya Tutut ini menjadi daya tarik wisata di Bogor, khususnya kuliner wisata yang unik.

Tutut

Tutut ini adalah salah satu olahan masakan yang saya suka, terutama yang memakai resep sayur pindang, dengan rasa kuahnya dari bumbu tradisional yang begitu menggoda lidah. Salah satu tempat yang biasa saya temukan banyak penjaja Tutut itu ada di Cibinong, masih berada di kawasan Pemda kab Bogor.

Kerang Hijau

Kerang Hijau

Salah satu yang menarik perhatian adalah Tutut Bu Joko, dijajakan menggunakan mobil yang parkir di sisi jalan, berbaris dengan stand kuliner yang lain, mirip-mirip dengan konsep Foodtruck. Disini ada tiga rasa atau kuah yang dapat kita pesan. Ada Tutut rasa bumbu Kare special, Tutut kuah saus Padang dan Tutut Saus Tiram. Tapi sayangnya semua rasanya kurang pas dilidah. Agak kurang pekat, bumbu yang digunakan terlalu dikit menurut saya. Jadi kuahnya terlihat encer. Tapi untungnya Tututnya sendiri dimasaknya sampai lunak dan sewaktu mencokel atau dicucup (dihisap) menggunakan mulut, daging tututnya mudah terlepas.

Tutut

Cara menyantap Tutut, dagingnya dicongkel dari dalam cangkang

Satu porsi Tutut yang disajikan cukup murah, hanya seharga Rp. 5000 saja, selain Tutut, di stand BuJoko ini juga menyajikan Kerang Hijau dan Ceker Ayam bumbu Bali. Hmm, tapi saya belum sempat coba Ceker Ayamnya.

7938 Total Views 3 Views Today
Kamu Harus Ke Bogor Kalau Mau Nyoba Bagaimana Rasanya Tutut
5 (100%) 1 vote
(Visited 1,598 times, 1 visits today)

Tagged: ,


About

Blogger | @melfeyadin


'Kamu Harus Ke Bogor Kalau Mau Nyoba Bagaimana Rasanya Tutut' have 1 comment

  1. 04/30/2015 @ 2:37 pm ipah kholipah

    kemaren saya makan tutut mba hehehe mantap geratis pula 🙂 dapet ngambil sediri di sawah :p

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool