Share on Pinterest
More share buttons

Jalan Dewi Sartika Kini

Di beberapa kota di Indonesia pasti ada nama Jalan Dewi Sartika, Dewi Sartika adalah salah satu Pahlawan Nasional yang diakui oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia pada tahun 1966. Dewi Sartika lahir di Bandung, 4 Desember 1884 dan meninggal di Tasikmalaya, 11 September 1947. Beliau adalah salah satu tokoh perintis pendidikan bagi kaum wanita pada zaman dahulu. Pada tahun 1902 Ia mendirikan sebuah tempat pendidikan perempuan. Ruangan kecil di belakang rumah ibunya menjadi tempat dari tempat pendidikan miliknya. Materi yang diberikan diantaranya: memasak, menjahit, menulis, merenda dan memasak. Pada tanggal 16 Januari 1904 Ia  membuka sebuah sekolah bagi perempuan, setelah sebelumnya berkonsultasi dengan Bupati R.A. Martenagara. Sekolah yang Ia dirikan ini adalah sekolah pertama bagi perempuan di Hindia Belanda dengan para pengajarnya Ny Poerwa, Nyi Oewid dan dirinya sendiri. Ruangan yang digunakan untuk sekolahnya ini menggunakan Pendopo Kabupaten Bandung. Murid angkatan pertama dari sekolah ini sebanyak 20 orang.

Jalan Dewi Sartika di Kota Bogor terletak di Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, dengan kode pos 16121. Jalan Dewi Sartika menghubungkan Jalan Sawojajar dengan Jalan Jenderal Sudirman, di arah berikutnya menghubungkan dengan Jalan Kapten Muslihat, Jalan Pengadilan dan MA Salmun.

Dewi Sartika Plaza

Dewi Sartika Plaza

Salah satu pusat perbelanjaan menggunakan nama yang sama dengan nama jalan, Dewi Sartika Plaza. Sebelumnya di pusat perbelanjaan ini dilengkapi dengan bioskop. Sudah beberapa tahun sudah tidak beroperasi. Selain Dewi Sartika Plaza ada juga Pasar Kebon Kembang yang terdiri dari beberapa blok dan bangunan yang terpisah.

Salah satu yang bikin nyaman wisatawan berkunjung adalah kenyamanan, keamanan dan ketertiban. Kini di Jalan Dewi Sartika sudah bersih dari lapak sementara para penjual kaki lima yang memadati sepanjang jalur di jalan Dewi Sartika, jalan M.A. Salmun dan Jalan Nyi Raja Permas. Lapak-lapak para penjual kaki lima itu kini telah dibongkar oleh pemerintah Kota Bogor. Keluhan justru disampaikan oleh pengemudi angkot 16 yang sempat saya wawancara. Baginya kini dengan menghilangnya para penjual kaki lima, hilang juga pemasukan bagi dirinya. “Kemana sekarang mereka (pkl) mau berjualan?” – Keluh supir angkot kepada saya. Bagi saya sendiri jalan Dewi Sartika kini agak sedikit nyaman bagi para pengendara kendaraan pribadi, belum nyaman bagi para pejalan kaki. Kantung-kantung parkir untuk kendaraan roda dua atau lebih kini terlihat. Sebelumnya saat penjual kaki lima masih memadati jalur sepanjang jalan Dewi Sartika, saat angkot memasuki Jalan Sawojajar, pengemudi angkot yang saya naiki selalu membelokkan arah menuju Jalan Pabaton (ruko-ruko) dengan alasan untuk menghindari kemacetan di Jalan Dewi Sartika. Saat belum ada pembersihan jalur di Jalan Dewi Sartika biasanya hanya bisa dilewati satu angkot dan harus bergantian jika ada kendaraan menuju arah yang berlawanan.

Jalan Dewi Sartika Sebelumnya (via lovelybogor.com)

Suasana Jalan Dewi Sartika Kini

Suasana Jalan Dewi Sartika Kini

4800 Total Views 3 Views Today
Jalan Dewi Sartika Kini
5 (100%) 1 vote
(Visited 687 times, 1 visits today)

About

Hootsuite Asia Pacific Ambassador


'Jalan Dewi Sartika Kini' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool