Share on Pinterest
More share buttons
Goa Agung Garunggang

Goa Agung Garunggang, Bukan Tempat Terlarang di Bogor

Bogor, semakin hari semakin seru untuk di-explore! Siapa sangka, ternyata di Bogor ada goa. Tersembunyi dan sunyi itu yang dirasa. Pengalaman liburan di Bogor saat ini menjadi godaan yang menggiurkan bagi siapapun juga. Ga percaya? Coba tanyakan teman-teman kalian. Apakah penolakan yang didapatkan sebagai jawaban?

Tinggikanlah impian, sederhanakanlah kebahagiaan

That’s what I got! Pastikan bahwa setiap tempat memberikan pelajaran yang bermanfaat. Siapa sangka, pemandangan bebatuan itu bisa menjadi pemicu kegirangan. Jarak yang tidak terlalu jauh dari perkotaan dan masih bisa dijangkau dengan kendaraan, saya yakin tempat ini akan menjadi incaran para wisatawan. Pasti semakin penasaran kan?

Goa Agung Garunggang

Jalan Menuju Goa Agung Garunggang Geopark dan Batu Gantung

Goa Agung Garunggang Geopark dan Batu Gantung ini terletak di Cigobang, Desa Karang Tengah, Kec. Babakan Madang. Tempat-tempat yang bisa dijadikan patokan yaitu Jungleland dan Leuwi Hejo. Jika kalian sudah bearada di Sentul, temukanlah Jungleland lalu ikutilah jalan menuju perkampungan. Temukanlah spanduk mengenai Goa Agung Geopark dan ikutilah berbagai petunjuk jalan dan jangan lupa bertanya kepada warga untuk meyakinkan bahwa kalian tidak salah jalan. Info dari teman perjalanan bahwa jalan menuju Goa Agung Garunggang itu sama dengan menuju Leuwi Hejo.

Goa Agung Garunggang

Perhatikan dan Temukan Spanduk ini!

Gunakan kendaraan roda dua jika kalian tidak ingin terlalu jauh berjalan kaki. Ingat, harus teliti dan jeli melihat spanduk Goa Agung Garunggang. Parkirkan kendaraan di rumah warga, sayang tidak sempat berkenalan nama. Ibu yang rela halaman rumahnya menjadi tempat parkir itu ramahnya luar biasa. Bahkan helm pun beliau amankan di dalam rumahnya.

Goa Agung Garunggang

Track Menuju Goa Agung Garunggang

Berpetualang bersama tiga rekan yaitu  Ajat, Oky, dan Silvi merupakan pengalaman seru. Mereka termasuk kedalam daftar teman yang pandai menjaga mood pada saat perjalanan. Setelah memarkirkan kendaraan, berjalan kaki pun dimulai. Takjub dengan medan perjalanan karena agak berbeda dengan yang sebelumnya seperti ke Gunung Munara dan Gunung Batu dimana menanjak lah lebih mendominasi. Perjalanan menuju Goa Agung Garunggang ini tanjakan dan turunan bisa dirasakan seimbang.

Goa Agung Garunggang

ini Tempat Berteduh, bukan Tempat Berlabuh!

Perkebunan menjadi pemandangan di kiri dan kanan. Panas yang tidak terlalu terik menjadi perjalanan ini semakin asyik. Terdapat beberapa “saung”, tempat untuk duduk beristirahat yang terbuat dari kayu dan bambu. Jangan lupa membekali diri dengan air minum dan makanan karena belum ada warung ataupun penjual yang menggelarkan barang dagangannya.

Goa Agung Garunggang

Bonus Pemandangan yang Menawan

Tak terasa sudah 45 menit kami berjalan kaki. Selama perjalanan saya berpapasan dengan beberapa turis asing bersama para tour guide. Bahkan salah satu turis asing memboyong keluarga yang terdiri dari istri dan dua anak perempuannya yang masih kecil. Wah, sejak dini mereka sudah diajarkan untuk bersusah payah tanpa berkeluh kesah.

Goa Agung Garunggang

Goa Agung Garunggang Geopark dan Batu Gantung

Subhanallah. Alhamdulillah. Akhirnya kami sampai juga di tempat tujuan. Saatnya berpose ria. Tumpukan bebatuan yang bikin kegirangan. Saat kami sampai, tidak ada satu orang pun yang berada disana. Private place! Sepi, hening, damai. Terdapat “saung” juga di tempat ini. Ajat sebagai leader dari perjalanan ini bercerita bahwa pada saat pertama kali ia datang ke tempat ini, ia berjumpa dengan seorang kakek yang tak segan memberikan pengetahuannya tentang Geopark dan Goa disini.

Goa Agung Garunggang

Bebatuan Elok Rupawan -I’m Selvi, but so lazy to do selfie! hehe

Suara Adzan Zuhur sudah berkumandang, kami hendak pulang. Lalu segerombolan anak muda datang untuk berpetualang. Tak lama kemudian, datanglah kakek yang pernah berjumpa dengan Ajat. Kakek itu memboyong istrinya. Saya yang sedang membidik fokus pada kamera pun segera berlari menemui mereka. Bertanya dimana letak Goa berada. Sang kakek tersebut pergi menghilang lalu kembali datang membawa tangga yang terbuat dari bambu atau lebih dikenal dengan “taraje” oleh warga sunda.

Goa Agung Garunggang

Temukan Sang Kakek yang Menyediakan Tangga Jika Kalian ingin Memasuki Goa

Goa Agung Garunggang

Memasuki Goa Agung Garunggang

Goa Agung Garunggang

Keseruan di dalam Goa Agung Garunggang

Sang kakek menunjukkan kepada kami dimana letak goa berada lalu menurunkan tangga. Nah ini dia! Terpecahkan sudah pertanyaan kami ketika baru saja memasuki wilayah geopark ini. Tak ada sungai di sekitar, namun terdengar suara aliran air.  Ternyata itu berasal dari dalam goa. Tak ada satupun dari kami yang membawa headlamp, penerangan hanya berasal dari lampu senter yang sang kakek bawa dan handphone milik Oky. Segerombolan anak yang tadi baru datang mengikuti kami dari belakang. Licin! Sebaiknya gunakan sepatu waterproof demi keamanan dan kenyamanan. Ini pengalaman pertama bagi saya dalam memasuki goa. Kami berempat saling menjaga. Gelap dan pengap. Tak jarang nafas tertahan karena tidak tahu apa yang akan kami hadapi di depan. Kedua mata saya terbelalak saat menjelajah ke langit- langit goa, banyak sekali kelalawar yang sedang bergelantungan. Mungkin kotoran mereka yang menjadi penyebab tercium bau tak sedap. Kami berjalan pelan, memperhatikan setiap langkah kedepan. Tak terasa tibalah kami diujung goa. Wow, petualangan yang luar biasa!

23242 Total Views 48 Views Today
Goa Agung Garunggang, Bukan Tempat Terlarang di Bogor
5 (100%) 2 votes
(Visited 8,465 times, 1 visits today)


About

Let's explore the world ?


'Goa Agung Garunggang, Bukan Tempat Terlarang di Bogor' have 4 comments

  1. 05/23/2015 @ 11:48 am dwimauliana

    bagus mbak goa nya. masuk ke dalam goa jaraknya sampai brapa meter ya mbak ?

    Reply

  2. 10/04/2016 @ 2:14 pm indosat 10 digit

    Goa agung alam yang indah
    alamnya pun juga masih segar bagus untuk berfoto foto/selfie 😀

    Reply

  3. 03/29/2017 @ 2:02 pm Xc

    Saya pergi kesini, kalau di blog dibilang tanpa pemandu bs sampe, saya ga faham berulang2 kami nyasar malah sampe ke curug apalah2

    Reply

    • 04/08/2017 @ 9:26 pm Selviana Saefulloh

      Blog mana ya Mas/Mba yang menuliskan “tanpa pemandu bs sampe?”
      Di artikel yang saya tulis, tertera “Ajat (teman saya) sebagai leader”.
      Apakah Mas/Mba nya sudah menemukan spanduk seperti yang di gambar?
      Sudahkah bertanya pada warga sekitar?

      Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool