Share on Pinterest
More share buttons
Cungkring

Cungkring, Pilihan Sarapan Unik Khas Bogor

Cungkring

Potongan Kikil dan Tempe Kering yang siap diolah menjadi Cungkring

Mungkin nama “Cungkring” terdengar asing bagi sebagian orang, atau di sebagian masyarakat sunda ini lebih dikenal sebagai sebutan bagi orang yang berbadan kurus. Tapi kalau di Bogor ini adalah nama dari sebuah sajian kuliner tradisional yang lezat. Wisata kuliner memang menjadi bagian utama dari wisata di Bogor, dan kekayaaan kuliner di kota yang terkenal dengan julukan kota hujan ini memang sangat beragam. Termasuk cungkring ini yang sudah menjadi bagian dari kuliner Bogor sejak tahun 1960-an. Jadi apa sebenarnya cungkring ini? Kita bisa menemui penjaja cungkring di salah satu sudut Jl. Suryakencana, tepat di perempatan dengan Gang Aut, sebuah titik yang juga menjadi salah satu pusat kulinter tradisional di Bogor dengan banyaknya aneka pedagang makanan di area ini. Potongan kikil sapi yang telah dibumbu kuning sebelumnya diiris-iris, dan dituang ke dalam “pincuk” dari kertas yang sudah beralas daun pisang. Potongan kikil ini ditemani juga dengan  tempe tipis yang digoreng dengan tepung kering dan juga potongan lontong beras. Kesemuanya itu kemudian diguyur dengan bumbu kacang yang manis dan sedikit kecap dan sambal. Rasanya? Wolaaa… Gurih dan manis berpadu cantik menjadi satu dalam satu sajian ini. Satu porsi dari cungkring ini bisa ditebus dengan harga RP. 14.000,- yang berisi dua potong kikil, dua potong lontong dan dua gorengan tempe kering.

Cungkring

Pedangang Cungkrin di Jl Suryakencana – Bogor

Saat ini penjaja cungkring di Jl. Suryakencana ini adalah seorang anak muda. “Iya, Bapak sekarang udah istirahat di rumah jadi saya yang meneruskan”, begitu ujarnya. “Dulu kakek saya yang memulai usaha ini di tahun 1960-an, tapi pada saat itu bumbunya masih menggunakan oncom yang dicampur asam. Di tahun 1975 Bapak yang meneruskan usaha ini dan mengganti bumbu cungkring ini menjadi bumbu kacang sampai sekarang.”.  Usia kuliner yang cukup lama ini tidak menyurutkan atau membuat bosan para pelanggannya. Terbukti, setiap paginya penjual cungkring yang masih menggunakan gendongan ini kerap dirubung oleh para pelanggan yang ingin sarapan dengan sajian yang unik ini. Cungkring di Jl Suryakencana ini memang hanya dijual pagi hari, mulai pukul setengah tujuh sampai sekitar pukul 10 pagi saja. Tak jarang, khususnya di akhir pekan, penjual cungkring ini telah mengemasi dagangannya pukul 9 pagi karena sudah habis.

Buat yang mau berwisata kuliner di Bogor, jalan suryakencana yang membentang sekitar satu kilometer mulai Jl. Otto Iskandar Dinata sampai ke Jl Siliwangi, ini memang ruas jalan yang wajib dikunjungi. Puluhan penjaja kuliner tradisional hadir di tempat ini, sebut saja Laksa Bogor, Toge Goreng, Soto Kuning, Soto Mie, Dodongkal, Wedang Ronde, Bakso Sapi, Bir Kocok, Lumpia Basah dan masih banyak yang lainnya. Jadi yuk jadwalkan agendamu untuk menikmati wisata kuliner di Bogor khususnya di Jalan Suryakencan

8289 Total Views 6 Views Today
Cungkring, Pilihan Sarapan Unik Khas Bogor
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,797 times, 1 visits today)


About

Foodie - Blogger - Bogor


'Cungkring, Pilihan Sarapan Unik Khas Bogor' have 1 comment

  1. 03/19/2015 @ 7:21 am Adella Adiningtyas

    “Cungkring”: sebutan bagi orang yang berbadan kurus >>> iya banget! aku langsung fokus ke postur tubuh y kurus dibandingin ke makanannya wkwk

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool