Share on Pinterest
More share buttons
cucurak di bogor

Tradisi Cucurak di Bogor Sambut Datangnya Bulan Ramadhan

Setiap daerah memiliki tradisi untuk menyambut datangnya bulan Ramadhan. Salah satu tradisi di tempat kelahiran saya adalah cucurak yang merupakan makan bersama dengan keluarga, saudara, tetangga, ataupun kerabat. Biasanya, cucurak di Bogor dilakukan di tempat alam terbuka ataupun tempat wisata.

Cucurak di Bogor

Tradisi Cucurak di Bogor untuk Menyambut Bulan Ramadhan

Cucurak berasal dari kata curak-curak yang artinya kesenangan atau suka-suka. Beragam cara bisa dilakukan untuk menggelar acara cucurak. Di kota Bogor ini biasanya cucurak dilakukan sehari, dua hari, bahkan satu minggu sebelum bulan Ramadhan tiba.

Cucurak di Bogor

Cucurak di Alam Terbuka

Tempat wisata ataupun alam terbuka yang ramai didatangi para pengunjung untuk cucurak di Bogor seperti Kebun Raya Bogor, Taman Wisata Matahari, Curug Nangka, dan masih banyak tempat lainnya. Bahkan wisata kolam renang pun bisa dijadikan tempat cucurak.

Cucurak di Bogor

Daun Pisang digunakan untuk Alas Makanan

Tradisi cucurak di Bogor identik dengan daun pisang yang digunakan sebagai alas untuk makan. Daun pisang digelar di atas lantai atau tikar dan disusun berdasarkan jumlah peserta serta ketersediaan ruang. Cara menyantap hidangannya pun tidak menggunakan sendok ataupun garpu, namun hanya dengan tangan.

Hidangan yang sering disajikan untuk cucurak di Bogor adalah Nasi Liwet, Ikan Asin, Ayam Goreng, Lalapan, Sambal, Sayur Asem, Kerupuk, dan Asinan atau Rujakan. Mengapa lebih banyak yang menyukai Nasi Liwet dibandingkan Nasi Putih biasa? Nasi Putih biasa sudah sering disantap sehari-hari. Sehingga saat ada momen kumpul bersama, warga Bogor lebih suka untuk menyantap Nasi Liwet.

Nasi Liwet khas Sunda berbeda dengan Nasi Liwet Solo yang menggunakan santan. Nasi Liwet khas Sunda dibuat  dari aneka rempah-rempah. Seperti sereh, daun salam, bawang merah, bawang putih dan Ikan Asin sebagai pelengkap. Ikan Asin dimasukkan ke dalam nasi menjelang matang. Ikan yang biasanya digunakan sebagai teman Nasi Liwet adalah Ikan Teri,  Ikan Peda, Ikan Jambal Roti, Ikan Sepat, Ikan Cue atau ikan lainnya yang bisa disesuaikan dengan selera.

Kehadiran Sayur Asem juga bisa menjadi penambah nikmat saat cucurak di Bogor. Beragam jenis sayuran seperti Jagung Manis, Melinjo atau Tangkil, Kacang Panjang dan Labu Siam menjadi bahan untuk membuat Sayur Asem. Kuah Sayur Asem sangat menyegarkan jika dinikmati dengan cara diseruput, Slurpppp! Menggerogoti jagung manis dan membuka melinjo usai makan, merupakan kenikmatan yang tak terelakkan. Namun, kehadiran Sayur Asem memang kurang praktis jika cucurak diadakan di luar rumah. Sehingga, tak semua momen cucurak terdapat kehadirannya.

Lauk pauk yang sering hadir pada cucurak di Bogor adalah Ikan Asin, Ayam Goreng, dan Empal. Namun, apalah arti Nasi Liwet, Sayu Asem, dan Ikan Asin jika tanpa Sambal dan Lalapan. Pembuatan Sambal pun lebih puas rasanya jika dilakukan dadakan atau tepat sebelum cucurak dimulai. Mencocol sambal langsung dari cobek atau coet merupakan kenikmatan yang tak tertandingi.

Cucurak di Bogor

Petai untuk Lalapan

Lalapan yang praktis untuk dihadirkan dalam tradisi Cucurak di Bogor adalah potongan Mentimun atau Bonteng, Daun Pohpohan, Petai atau Pete, Kol, rebusan Wortel, rebusan Labu Siam. Duh! Petai dicocol ke Sambal Terasi, crunchy pedas gitu. Jangan lupakan juga untuk menghadirkan kerupuk. Penambah keseruan dengan bunyi kerupuk yang ‘kerauk kerauk kerauk’ saat digigit. 

Yuk keliling Bogor! Eits, ambil tiket pesawat promopaket perjalanan wisata & cari hotel murah sekarang!

Jika orang bule menggunakan istilah dessert sebagai hidangan penutup, berbeda dengan tradisi cucurak di Bogor. Sajian penutup yang tidak pernah gagal untuk dihadirkan adalah Asinan atau Rujak Uleg. Buah yang dipilih pun yang menyegarkan seperti Mangga muda, Jambu Air, Jambu Kelutuk atau Jambu Batu, Pepaya muda, dan masih banyak lagi buah yang lain.

Cucurak di Bogor

Membuat Sambal untuk Rujak Uleg

Cucurak bukan cuma bisa dilakukan di tempat wisata ataupun alam terbuka. Bisa juga di komplek perumahan, biasanya para Ibu mendapatkan tugas untuk memasak hidangan dan para Bapak mempersiapkan tempat makan. Bagaimana jika menyelenggarakan cucurak dengan rekan kantor? Biasanya, hidangan sudah dipersiapkan dari rumah. Sehingga saat jam istirahat atau jam pulang, hidangan bisa disajikan dan makan bersama pun bisa langsung dilakukan.

Tradisi cucurak di Bogor yang pernah saya lakukan adalah bersama teman-teman sekolah. Tempat tinggal salah seorang teman sangatlah asri dan dekat dengan persawahan. Bahkan kami bisa bermain di kolam yang airnya bersumber dari mata air. Tradisi cucurak ternyata selain menyenangkan juga mengeratkan. Bahkan kami berlatih kerja sama dengan berbagi tugas dalam menyiapkan hidangan cucurak.

555 Total Views 1 Views Today
Tradisi Cucurak di Bogor Sambut Datangnya Bulan Ramadhan
5 (100%) 1 vote
(Visited 218 times, 1 visits today)


About

Let's explore the world ?


'Tradisi Cucurak di Bogor Sambut Datangnya Bulan Ramadhan' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool