Share on Pinterest
More share buttons
Gunung Batu

Berkemah di Gunung Batu

gunung batu

tenda-tenda tampak dari kejauhan

Sekali-kali bolehlah kita liburan ke bogor dan menginap di wisata alamnya. Wisata ke Bogor kali ini membutuhkan kewaspadaan maksimal. Walaupun hanya bermalam sehari, namun tetap saja harus ada persiapan barang yang dibutuhkan dan pembagian tugas belanja hohoho. Daftar pertama yang harus dibeli adalah air, karena di Gunung Batu tidak ada sumber mata air. Kami berdelapan masing-masing membawa dua botol air ukuran 1,5 liter. Tissue basah, senter, dan trash bag juga tidak boleh dilupakan. Dari asrama yang berlokasi di Desa Tangkil, Kecamatan Citeureup, kami berangkat pukul 16.30 WIB pada hari Jumat. Menjemput tenda terlebih dahulu di persimpangan pasar Sukamakmur.

gunung batu

Kami pun melanjutkan perjalanan dan berhenti di Masjid untuk solat magrib dan makan nasi bungkus yang disiapkan sebelumnya. Sekeliling gelap, tak ada lampu penerangan jalan desa, rute yang kami tempuh semakin berbatu dan ada yang menanjak. Kelebihan beban pada tas gunung teman ku, membuat harus berjalan kaki menyusuri jalan tanah berbatu agar motor kuat melintas.

gunung batu

persiapan menanjak setelah solat Isya

Selesai solat isya di mushola yang persediaan airnya terbatas, kami melanjutkan perjalanan menuju tempat kemah pukul 20.00 WIB. Gunung batu tidak terlalu dingin tapi jaket tetap harus dipakai untuk menghindari jahatnya angin malam, keringat kami bercucuran saat menapaki jalan yang terus menanjak tanpa ada bonus sama sekali.  Baru beberapa langkah menyusuri jalan yang sebagian becek, kaki ku terjeblos dalam lumpur bekas hujan dan mengotori alas kaki. Harus lebih berhati-hati berjalan dalam gelap, pencahayaan yang hanya dibantu senter seharusnya cukup membantu. Satu jam perjalanan, sampailah kami di tempat kemah, ada beberapa tenda yang sudah berdiri namun ada juga yang baru sampai. Dalam gelap teman-teman berusaha mendirikan dua tenda berhadap-hadapan. Setelah tenda berdiri, sambil bercerita dan menikmati malam, kami memasak air untuk mie instan, merebus jahe, dan menyiapkan jelly untuk pagi. Kami berencana akan naik ke puncak untuk menikmati sunrise sekitar pukul 03.00 WIB.

Gunung Batu Bogor

Alhamdulillah cuaca tergolong baik di musim hujan (dadakan) seperti bulan ini. Hanya gerimis yang tak terlalu mengganggu kondisi kami di dalam tenda, aman tak ada yang bocor dan teman-teman pun tidur sampai menjelang pukul setengah empat pagi 😀

Gunung Batu

Penampakan matahari terbit di kejauhan

Gunung Batu

pemandangan dari puncak Gunung Batu

Hanya butuh waktu tiga puluh menit untuk sampai di puncak dan dengan penuh perjuangan menyusuri jalan menanjak yang berbahaya jika hilang fokus sebentar saja ditambah gelap dan tak ada tali untuk berpegangan. Kami pun sampai di puncak dan memilih menunggu matahari terbit di tanah yang sedikit datar untuk bersiap solat subuh berjamaah. Disarankan juga membawa sarung tangan untuk melindungi kulit dari batu-batu yang kita pegang saat menanjak dan menuruni Gunung Batu.

Gunung Batu
Gunung Batu
Gunung Batu

Gunung Batu

panorama

Gunung Batu

Gunung Batu

Perlahan-lahan matahari mulai menampakkan sinarnya. Landscape kawasan Gunung Batu pun terlihat sedap dipandang mata. Puas berfoto dan merekam video, kami turun satu per satu dengan penuh kewaspadaan karena jalan yang ditempuh tak bersahabat sama sekali. Diperkirakan jika hujan turun area ini akan becek dan sangat licin. Sekitar pukul 09.00 WIB, sebelum matahari semakin merangkak ke atas kepala, kami bersiap pulang dan memasak spagethi sebagai menu sarapan. Persediaan air masih cukup untuk melanjutkan perjalanan ke Curug Cibengang yang letaknya tidak jauh dari gerbang Gunung Batu. Hawa panas dan keringat yang mengucur deras pun sirna saat kucuran air terjun jatuh tepat di kepala. Amboi sejuknya!

Curug Cibengang

menuju curug cibengang

Gunung Batu Bogor

11698 Total Views 39 Views Today
Berkemah di Gunung Batu
4.5 (90%) 2 votes
(Visited 2,145 times, 1 visits today)


About

Part of Disaster Management Student at Indonesia Defense University


'Berkemah di Gunung Batu' have 23 comments

  1. 05/04/2015 @ 3:06 pm fajar f.

    keren euy tulisan nya.!

    Reply

  2. 05/04/2015 @ 4:46 pm Agenk Junior

    waaaaah lagi hits banget ini tempat.
    dapet info dari teman jalurnya sempit jadi harus extra hati hati.
    deket deket situ bukannya ada penangkaran rusa ya?

    Reply

  3. 05/04/2015 @ 8:43 pm nthie

    keereeeennn… aku waktu itu ga nyampe ke curug cibengangnya tuh, karena ga tau tempatnya.heheheh
    sekarang makin banyak orang2 yg ke gunung batu, semoga mereka bisa menjaga alam dengan tidak membuang sampah sembarangan.

    Reply

  4. 05/04/2015 @ 9:54 pm Berwi

    Tetap berhati-hati saat naik gunung batu. Medan cukup curam, hanya berupa tebing. Baru saja kemari 1 pendaki jatuh dari puncak dsn akhirnya meninggal.
    sEmoga para pendaki juga dapat melestarikan alam buksn sekedar untuk selfie d puncak

    Reply

  5. 05/04/2015 @ 10:15 pm mas muso

    Bisa jadi alternatif nih buat yang udah bosen maen ke gepang

    Reply

    • 05/05/2015 @ 11:42 am Gioveny Astaning Permana

      ini sih ga ada apa2nya dibandingkan gede pangrango mas
      ini kan bukit 😀

      Reply

      • 05/26/2015 @ 8:18 pm el

        Klo mau ngecamp disana, parkir motor nya gmna yah??ada utk penitipan motor ga disana??thanks

        Reply

  6. 05/06/2015 @ 10:25 am Fikih

    Tuhan menciptakan Alam semesta, sehingga kita menjadikannya tempat merenung dan kemudian menyadari kehadiran Sang pencipta. Nikmatilah ketenangan yang terdapat di alam sekitar anda, dan temukan kebahagiaan di dalamnya.
    Sebutir debu bisa memberi anda inspirasi, apalagi tanah sebesar gunung. Satu planet telah mampu memenuhi segala kebutuhan manusia, apalagi milyaran galaksi yang ada di alam semesta.
    Jutaan debu dalam planet ini, jutaan planet dalam galaksi ini, dan jutaaan galaksi dalam semesta ini. Semua itu menandakan Maha kuasanya Allah SWT.

    Reply

    • 05/06/2015 @ 3:28 pm Gioveny Astaning Permana

      Alam semesta dan seisinya memberi pelajaran bahwa manusia harus banyak belajar mendengarkan hikmah dibalik alam raya dan seisinya

      Reply

  7. 05/06/2015 @ 1:14 pm Satriyani

    menikmati alam semakin dekat dengan kawan dan Penguasa Alam… Mestakung..Alhamdulillah nikmatnya perjalanan bersama kawan 🙂

    Reply

    • 05/06/2015 @ 3:33 pm Gioveny Astaning Permana

      ayo jalan lagi kawan 😀

      Reply

      • 06/04/2015 @ 1:34 pm adjie

        Good job Venny! By the way, Cse Jw crews hiked up this hill on April, 2nd. We had no time to visit the waterfall though. How was the track to reach Cibengang? Was it easy to do? This coming Sunday we are going to visit that.

        Reply

        • 06/04/2015 @ 2:45 pm Gioveny Astaning Permana

          thanks Mr. Adjie! 😀
          if you want to go to cibengang waterfall, you can ask the tukang parkir Gunung Batu how to go there. Not far from gunung batu, it’s about 30 minutes.. enjoy!

          Reply

  8. 08/09/2015 @ 11:03 am WILDAN

    This sounds awesome!
    Kebetulan kita mau kesana selasa besok, tapi masih ragu mau camping tapi pengen banget ngejar sunrisenya. Kira kira kalo kita kesana subuh, bisa mulai mendaki untuk dapet sunrise ga ya? thx infonya:)

    Reply

  9. 10/24/2015 @ 9:32 am jac shaari

    saya dr selangor malaysia..kebetulan saja lewat blog anda..kagum dgn kembara anda semua..terutamanya tanggungjawab kalian pd Allah..alhamdulillah..luar dr biasa..

    Reply

  10. 01/10/2016 @ 12:05 pm aldy

    Ke situ kalo pulang pergi bisa gak sih ya ??

    Reply


Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool