Share on Pinterest
More share buttons
Telaga Warna

Ada Telaga di Antara Perkebunan Teh

Akhir pekan memang waktu yang paling ditunggu-tunggu. Berbagai acara televisi pasti menyuguhkan liputan seputar wisata dan keadaan lalu lintas menuju tempat wisata tersebut, sebut saja Puncak Bogor. Rasanya jarang sekali kita melihat di televisi kalau kawasan Puncak Bogor lenggang di akhir pekan, bahkan mungkin tidak pernah. Hal itu tentu saja karena banyak sekali tujuan wisata yang bisa kita kunjungi saat liburan di Bogor. Bahkan ada yang rela jauh-jauh datang dari luar pulau Jawa dengan berbekal tiket pesawat murah demi bisa menikmati indahnya pemandangan alam di Puncak Bogor. Waw!!!

Eits, ternyata di antara barisan perkebunan teh yang teduh, ada sebuah telaga yang memiliki nilai sejarah loh. Kamu tahu telaga warna? Bukan bukan, ini bukan telaga warna yang ada di Dieng, ini telaga warna yang ada di Puncak Bogor. Letaknya berada di antara Masjid At-Taawun dan Resto Rindu Alam, jika kamu dari arah Jakarta letaknya ada di sebelah kiri, tak seberapa jauh dari Masjid Attawun.

Awalnya saya tidak mengira, di antara perkebunan teh yang membentang di sepanjang kawasan Cisarua, ada sebuah telaga yang bersembunyi di balik kios-kios penjual makanan dan oleh-oleh. Jika anda mengendarai motor, anda berbelok ke arah kiri dan memasuki sebuah jalan setapak di antar perkebunan teh, itulah jalan menuju telaga warna. Adanya sebuah gerbang kayu berwarna kuning sebagai pintu masuk menandai bahwa anda telah tiba. Untuk wisatawan lokal, cukup membayar Rp 5.000,- per orang, sedangkan untuk turis dikenai biaya Rp 100.000 per orang. Perbedaan angka yang terpaut jauh ya. Tak perlu berjalan jauh, begitu anda melewati gerbang kayu kuning anda sudah berada di kawasan telaga warna. Sebuah telaga berwarna hijau lumut yang di kelilingi pepohonan yang rimbun akan tersaji di depan mata. Suasana hutan akan langsung terasa ketika anda berjalan ke arah sisi kiri setelah pintu gerbang.

Telaga Warna

pintu masuk menuju Telaga Warna

Telaga Warna

pemandangan TelagaWarna

Tak banyak penjual makanan yang ada disini, hanya ada dua kios yang menjual makanan ringan. Hal itu karena di kawasan ini hidup monyet-monyet yang dibiarkan lepas berkeliaran. Monyet-monyet ini tidak akan menganggu selam kita tidak menganggu atau memancing perhatian mereka. Jika anda ingin berlayar di atas telaga, anda bisa menyewa sebuah rakit yang terbuat dari bambu. Akan ada pemandu dan pengendali rakit yang akan menemani anda. Anda cukup duduk manis di atas rakit dan menikmati pemandangan yang memanjakan mata. Jika anda ingin memacu adrenalin anda, anda bisa ‘terbang’ di atas telaga dengan flying fox yang cukup tinggi. Anda hanya perlu merogoh kocek Rp 15.000 untuk wisatawan lokal dan anda bisa merasakan dag dig dug-nya terbang di atas telaga yang kedalamannya lebih dari 15 meter ini. Wow…

Telaga Warna

anda bisa naik rakit untuk berlayar di atas telaga

Telaga Warna

monyet yang berkeliaran, namun jinak.

Konon, menurut masyarakat sekitar di telaga ini hidup 2 ekor ikan purba yang masih ada hingga saat ini. Dua ekor ini bernama si layung dan si tihul, namun keduanya jarang sekali menampakan diri. Menurut kepercayaan masyarakat sekitar, jika ada seseorang yang melihat ikan purba ini sedang berenang dan melompat di telaga maka segala hajat dan cita-citanya akan terwujud. Wallahu alam.

Jadi, sudah siap berakhir pekan?

6231 Total Views 3 Views Today
Ada Telaga di Antara Perkebunan Teh
5 (100%) 1 vote
(Visited 2,041 times, 1 visits today)


About

Blogger. Freelancer. Contributor.


'Ada Telaga di Antara Perkebunan Teh' have no comments

Be the first to comment this post!

Would you like to share your thoughts?

Your email address will not be published.

©2015 Hellobogor.com a Part of Ezytravel.co.id Protected by Copyscape DMCA Takedown Notice Infringement Search Tool